DetikNews
Rabu 24 April 2019, 20:13 WIB

Ada Tim Hore Capres yang Depresi, Sandi: Pilpres Jangan Jadi Tekanan

Ibnu Hariyanto - detikNews
Ada Tim Hore Capres yang Depresi, Sandi: Pilpres Jangan Jadi Tekanan Cawapres Sandiaga Uno (Ibnu/detikcom)
Jakarta - Lima pendukung atau tim hore capres mengalami depresi akibat Pilpres 2019. Menanggapi itu, cawapres Sandiaga Uno meminta agar hasil pemilu disikapi dengan legowo tanpa tekanan jiwa.

"Ya, saya sampaikan hidup ini hanya senda gurau. Hidup ini harus kita sikapi dengan penuh legowo. Demokrasi ini kan lima tahun sekali, jangan kita terlalu menjadi tekanan jiwa, depresi. Kita pastikan bahwa pilpres ini membawa demokrasi kita semakin bermartabat, semakin dewasa," kata Sandiaga di Rumah Siap Kerja, Jl Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).

Menurut Sandi, apa pun hasil Pilpres 2019, itu merupakan pilihan rakyat. Bagi Sandi, yang terpenting kini adalah mengawal hasil pemilu. Hal itu dilakukan agar pemilu ini benar-benar berjalan jujur, berkeadilan, dan penuh martabat.

"Sekarang kita tinggal menjaga proses C1 ini. Saya justru mendapat laporan-laporan yang membuat kita agak terenyuh, surat suaranya dibakar, C1-nya hilang, ada juga emak-emak di Sumut menyatakan kotak suaranya diganti. Ini yang harus kita kawal. Kalau tentang pilihannya, jangan kita jadi malah terpecah-belah, tapi mari energinya ini kita arahkan untuk mengawal tahapan proses berikutnya harus menghadirkan pemilu yang jujur, berkeadilan, dan penuh martabat," jelasnya.


Sandi juga meminta pihak-pihak yang berwenang segera menindaklanjuti bila ada indikasi kecurangan-kecurangan dalam pemilu. Menurut Sandi, hal itu untuk memastikan, bila memang terjadi pelanggaran, itu ditangani secara adil.

"Jadi mari kita sikapi dengan dewasa, sikapi dengan tindak lanjut, sehingga kepercayaan masyarakat yang sekarang mulai agak tercederai itu bisa tentunya diberi penegasan bahwa semua pelanggaran yang dilakukan ini sudah ditangani dengan seadil-adilnya," kata Sandi.


Sebelumnya diberitakan, panasnya proses penghitungan suara pemilu masih menyisakan perang opini dan pernyataan di antara dua kubu paslon. Bahkan pendukung salah satu paslon di Bali didiagnosis mengalami gangguan jiwa ringan.

"Banyak kecemasan, merasa sudah menang kok musuhnya bilang menang juga, kesal, istrinya dimarah-marahi. Istrinya konsultasi, saya bilang ajak suaminya. Korban pemilu deh saking fanatiknya sama calon yang menang," kata dr I Gusti Rai Putra Wiraguna Sp KJ saat ditemui di Rumah Berdaya, Sesetan, Denpasar, Bali, Rabu (24/4).


Rai menyebut menerima lima pasien setelah pemilu berlangsung. Para pasiennya itu rata-rata malah membahas soal perang status di Facebook terkait pilpres saat konsultasi.

"Saya kan di RSUD itu dua orang, di praktik saya pribadi tiga orang. Itu yang baru, belum lagi teman-teman yang gangguan belum pulih gara-gara kampanye. Berita di TV muncul lagi. Kalau yang begitu, dari sebelum kampanye, saya suruh puasa medsos. Nanti, pas milih, milih saja, Pak, nggak usah ngikutin beritanya," tuturnya.

Penjelasan Sandi soal semua harus legowo bisa disaksikan di bawah.

[Gambas:Video 20detik]


(ibh/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed