Round-Up

Sofyan Tersangka, Trio 'Bagi Rata' Satu Per Satu Masuk KPK

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Apr 2019 06:32 WIB
Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir ditetapkan jadi tersangka oleh KPK. (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Proyek PLTU Riau-1 menjadi bancakan korupsi meski pengerjaannya belum tuntas betul. Penyidik KPK membongkar siasat jahat dari para pejabat di sekitar proyek itu mulai dari anggota legislatif hingga pucuk pimpinan BUMN yang menggarap proyek tersebut yaitu PT PLN (Persero).

Bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Juli 2018 hingga akhirnya muncul 2 orang tersangka yaitu Eni Maulani Saragih dan Johanes Budisutrisno Kotjo. Sebagai catatan, dua orang itu sudah divonis bersalah dan vonisnya pun sudah berkekuatan hukum tetap.

Kotjo yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd (BNR) awalnya ingin mendapatkan proyek tersebut tetapi kesulitan berkomunikasi dengan PLN. Hingga akhirnya Kotjo meminta bantuan Setya Novanto, yang saat itu menjabat Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua DPR.

Novanto disebut telah lama mengenal Kotjo. Dari Novanto, Kotjo dikenalkan dengan Eni yang bertugas di Komisi VII DPR. Melalui Eni, Kotjo dapat berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir.

Sofyan Tersangka, Trio 'Bagi Rata' Satu Per Satu Masuk KPKWakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Ari Saputra/detikcom)



Dalam perjalanannya, Eni selalu melaporkan perkembangan Kotjo kepada Novanto. Namun suatu ketika Novanto tersandung kasus korupsi proyek e-KTP. Eni pun memutar haluan dengan melapor ke Idrus Marham sebagai representasi pimpinan Golkar saat itu. Idrus saat itu disebut mengarahkan Eni agar meminta uang kepada Kotjo, termasuk untuk keperluan Munaslub Partai Golkar.

Kasus bergulir sampai Idrus pun ikut terseret. Dia dijerat KPK sebagai tersangka dan baru divonis bersalah pada Selasa, 23 April kemarin.

Masih di hari yang sama ketika Idrus divonis, pada sore harinya KPK mengumumkan penetapan tersangka baru dalam pusaran kasus itu. Adalah Sofyan Basir selaku Direktur Utama PT PLN yang mendapat giliran menyandang status sebagai tersangka.

KPK melalui wakil ketuanya yaitu Saut Situmorang menyebut Sofyan turut serta membantu Eni mendapatkan suap dari Kotjo. Saut menyebut Sofyan turut menerima janji berupa commitment fee.

"KPK kemudian meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan tersangka SFB (Sofyan Basir), Direktur Utama PT PLN (Persero). Tersangka diduga bersama-sama atau membantu Eni Maulani Saragih selaku anggota DPR dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Johanes Budisutrisno Kotjo terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1," ujar Saut dalam konferensi pers penetapan tersangka di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Saut menyampaikan bila Sofyan menerima jatah sama besarnya dengan Eni maupun Idrus dari Kotjo. Memang berapa jatahnya?