detikNews
Selasa 23 April 2019, 14:14 WIB

4 Fakta Bupati Mandailing Natal yang Surat Pengunduran Dirinya Viral

Tim detikcom - detikNews
4 Fakta Bupati Mandailing Natal yang Surat Pengunduran Dirinya Viral 4 Fakta Bupati Mandailing Natal yang Surat Pengunduran Dirinya Viral/Foto: istimewa
Jakarta - Surat pengunduran diri Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution viral. Siapa Dahlan? Simak faktanya.

Dahlan Hasan Nasution lahir di Sopotinjak, Batang Natal, Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada 11 Mei 1958. Saat ini dia berumur 60 tahun.

Berikut fakta Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution.



1. Bupati Mandailing Natal ke-3

Dahlan merupakan Bupati Mandailing Natal ke-3. Dia menggantikan Hidayat Batubara yang diberhentikan karena tersangkut kasus Korupsi. Dahlan dilantik menjadi Bupati Mandailing Natal pada 30 Juni 2016.

Sebelum menjadi Bupati Mandailing Natal, dia menjabat Pj Bupati Mandailing Natal pada 2005. Pada Pilkada Mandailing Natal pada 2011, Dahlan maju sebagai cawabup mendampingi Hidayat Batubara. Pasangan ini menang dan memimpin Madina periode 2011-2016.

Namun pada 2013, Bupati Hidayat Batubara tersangkut kasus korupsi. Dahlan didapuk menjadi Plt Bupati Mandailing Natal sejak 2013.

Pada Pilkada 2015, Dahlan maju sebagai bupati. Ia berpasangan dengan M Jafar Sukhairi Nasution. Keduanya terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Mandailing Natal periode 2016-2021.

2. Pendidikan

Putra dari pasangan Kamaluddin Nasution dan Nurjannah ini menimba ilmu di Sekolah Rakyat pada 1966. Kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Natal pada 1975 dan SMA Padang Sidempuan tahun 1977.

Lalu Dahlan merantau ke Kota Medan dan melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 5 Medan pada 1978. Selepas SMA, ia melanjutkan pendidikan D3 Administrasi Negara dan S1 Fisipol di Universitas Medan Area.




3. Masuk Birokrat

Usai sekolah, Dahlan masuk dunia birokrat. Dia menjabat Pj Kasubbag Olahraga dan Biro Mental Spritual Sekwilda Sumut pada 1986 hingga 1994. Kemudian Pj. Kabag Pemuda Olahraga dan Peranan Wanita Biro Bina Sosial Sekwilda Sumut pada 1994 hingga 1998.

Selain itu Pj Kasubdis Keolahragaan Dispora Provinsi Sumut dari 1998 hingga 2002, Kasubdis Bina Keolahragaa Dispora Provinsi Sumut pada 2002 hingga 2003, dan Kepala Biro Perlengkapan Setda Provinsi Sumut pada 2003 hingga 2007.

4. Surat Pengunduran Dirinya Viral

Terbaru, pada Pilpres 2019, Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution mengundurkan diri. Hal ini karena perolehan suara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin kalah dari pasangan Prabowo-Sandiaga di Kabupaten Madina.

Yang terheboh, beredarnya surat permohonan pengunduran diri Dahlan dari jabatannya. Surat pengunduran Bupati yang beredar di media sosial tersebut tertanggal 18 April 2019 dan bernomor 019.6/1214/TUMPIM/2019. Surat tersebut langsung ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo d.p Menteri Dalam Negeri.

Dalam surat itu dijelaskan bahwa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir pembangunan di Mandailing Natal cukup signifikan, seperti pembangunan Pelabuhan Palimbungan, rumah sakit, lanjutan pembangunan jalan Pantai Barat, dan rencana pembangunan Bandar Udara Bukit Malintang.

Sejalan dengan uraian di atas dan mengingat pencerahan yang sudah cukup diberikan kepada masyarakat bersama putra daerah dan kalangan ulama, baik yang berdomisili di Medan maupun Jakarta, namun belum berhasil mengubah pola pikir masyarakat dalam mendukung berbagai pembangunan.

"Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden. Dan sebagai ungkapan rasa tanggung jawab atas ketidaknyamanan ini dengan segala kerendahan hati, izinkan kami menyampaikan permohonan untuk berhenti sebagai Bupati Madina," tulisnya.

Di akhir surat yang langsung ditandatangani oleh Dahlan itu juga ditegaskan dia siap mendukung segala pembangunan meski dia sudah tidak menjabat lagi.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melihat ada yang tidak wajar dalam pengunduran diri itu, yakni alasannya. Seorang Bupati menjabat karena mengemban amanat rakyat setempat, namun Dahlan mundur bukan karena rakyat hendak mencabut amanat itu, melainkan karena Jokowi kalah di hitung cepat wilayahnya.

"Tapi alasan mundur ini tidak lazim, sehingga akan mencederai amanat masyarakat yang telah memilih yang bersangkutan secara langsung karena masa jabatan akan berakhir pada Juni 2021," ungkap Tjahjo sebagaimana dalam keterangan pers Puspen Kemendagri.

Tujuan suratnya juga salah. Seharusnya, surat pengunduran diri ditujukan ke DPRD Mandailing Natal, bukan ke Presiden Jokowi dan Mendagri Tjahjo. Undang-Undang Pemerintahan Daerah sudah mengatur mekanisme pengunduran diri secara formal, yakni surat diserahkan ke DPRD untuk diteruskan ke rapat paripurna

Berikut tulisan lengkap surat Dahlan Hasan Nasution:

Dengan Hormat,

Dengan hormat, kami maklum kepada Bapak bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 di Mandailing Natal Sumatera Utara berjalan lancar, aman dan terkendali. Namun hasilnya sangat mengecewakan dan tidak seperti yang diharapkan.

Perlu kiranya kami sampaikan kepada Bapak dalam 3 (tiga) tahun terakhir pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal cukup signifikan antara lain Pelabuhan Palimbungan, Pembangunan Rumah Sakit, lanjutan Pembangunan Jalan Lintas Pantai Barat, Rencana Pembangunan Bandara Udara Bukit Malintang, Rencana Pembangunan kembali Pasar Baru Panyabungan setelah terbakar pada bulan Syawal yang lalu dan lain-lain.

Sejalan dengan uraian di atas dan mengingat pencerahan sudah cukup kami berikan kepada semua lapisan baik bersama beberapa putra daerah disertai ulama yang berdomisili di Jakarta/Medan, namun belum berhasil memperbaiki pola pikir masyarakat dalam mendukung berbagai Pembangunan, untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepada Bapak Presiden dan sebagai ungkapan rasa tanggung jawab atas ketidaknyamanan ini dengan segala kerendahan hati izinkan kami menyampaikan permohonan untuk berhenti sebagai Bupati Mandailing Natal.

Perlu kiranya kami tambahkan, walaupun kami nantinya tidak menjabat lagi sebagai Bupati, namun kami tetap setia kepada Bapak dan berjanji siap membantu Bupati sepenuhnya manakala diperlukan.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian Bapak diucapkan terima kasih. Kami mendoakan kiranya Allah SWT selalu melindungi Bapak dan memberikan kekuatan sehingga mampu mempersembahkan kemajuan untuk Republik Indonesia, Amin.

Bupati Mandailing Natal, (cap dan ditandatangani Bupati Dahlan).

Tembusan: Bapak Menko Perekonomian RI Jakarta


Simak Juga 'Bupati Madina Minta Mundur Gegara Suara Jokowi Kalah':

[Gambas:Video 20detik]



(nwy/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed