"Ajak seluruh warga untuk kembali lagi ke kehidupan bertetangga, bersaudara dan sebagai teman. Caranya bagaimana, jangan bahas masalah Pemilu. Bicara yang lain saja misalkan puasa. Kalau balik lagi ke situ terjadi lagi perbedaan pendapat," kata Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir di Masjid At-Tsauroh Serang, Jumat (19/4/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah dari segi keamanan tidak ada hal yang berarti. Itu kita syukuri," ujarnya.
Sambil menunggu rekapitulasi dan pengumuman resmi KPU pada 22 Mei, ia juga minta semua pihak tidak terpengaruh dengan isu yang tak bisa dipertanggjawabkan di media sosial. Warga juga diminta percaya pada proses penghitungan berjenjang yang dilakukan mulai dari kecamatam sampai KPU.
TNI dan Polri, tegaskan tetap akan mengamankan jalanya penghitungan dari hal-hal yang tak diinginkan.
"Saya berharap kita menunggu hasil manual rekapitulasi yang dilakukan KPU," ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua MUI Banten AM Romli mengatakan bahwa tak ada kekisruhan menonjol selama Pemilu di Banten. Ia menyebut ini adalah kedewasaan penyelenggara, keamanan dan kekuatan politik.
Kedua, katanya ia mengajak warga untuk tidak menerima hasutan dan provokasi yang dapat menimbulkan ketidakamanan dan kekisruhan.
"Mari kita yang punya usaha berniaga dengan baik, bertani melaksanakan pertanian dengan baik, kerja dengan tekun jangan sampai menerima segala provokasi yang merugikan masyrakat sehingga tidak kondusif," pungkasnya.
(bri/rvk)











































