DetikNews
Kamis 18 April 2019, 12:28 WIB

Diperiksa Bawaslu soal Video Beri Amplop ke Kiai, Luhut Bantah Politik Uang

Zunita Putri - detikNews
Diperiksa Bawaslu soal Video Beri Amplop ke Kiai, Luhut Bantah Politik Uang Foto: Anggota Bawaslu Rahmat Bagja. (Azizah-detikcom)
Jakarta - Bawaslu mengklarifikasi Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan terkait video pemberian amplop kepada seorang kiai. Bawaslu mengatakan Luhut menyangkal dugaan politik uang.

"Hasil klarifikasi masih dalam penyidikan, oleh sebab itu tidak bisa diberitahukan. Nanti kita tunggu. Tapi secara umum, Pak Luhut menyangkal hal pemberian uang, yang dimaksud bukan money politic dan lain-lain," kata anggota Bawaslu Rahmat Bagja di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).


Menurut Bagja, Luhut kooperatif selama menjalani klarifikasi selama sekitar satu jam hari ini. Bawaslu menanyakan 23-24 pertanyaan kepada Luhut.

"Berkaitan dengan maksud dan tujuan Pak Luhut ke sana, kemudian berkaitan dengan hal yang terjadi pada saat Pak Luhut berkunjung ke sana, berapa menit waktu dilaksanakan, berapa jam pertemuannya," jelas Bagja.

"Kemudian juga berkaitan dengan adanya dugaan adakah tim kampanye ada di sana atau tidak. Karena Pak Luhut yang kita tahu bahwa Pak Luhut bukan tim kampanye," imbuhnya.

Bawaslu masih mendalami keterangan dari Luhut dan akan memanggil kembali jika diperlukan. Selain Luhut, ada saksi lain yang telah diperiksa.

"Ada (saksi yang diperiksa sebelumnya), dua atau tiga gitu. Dari pelapor dan juga dari yang menyaksikan pertemuan tersebut di pesantren di Bangkalan," tutur Bagja.


Bagja menyampaikan agenda pemeriksaan ini seharusnya dilakukan sebelum pemilu. Namun, Luhut keberatan karena berbenturan dengan agenda kementerian.

"Yang jelas ini kan pemeriksaan harusnya dilaksanakan tanggal sebelum pemilu, pemanggilan, tapi Pak Luhut keberatan karena ada rapat dalam kementerian, ada jadwal yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga diundur sampai tanggal 18," ujarnya.

Sebelumnya, Luhut menjelaskan video tersebut merekam kunjungannya ke Pondok Pesantren Nurul Cholil di Bangkalan pada Sabtu (30/3). Kunjungannya dalam rangka bersilaturahmi, yang menjadi kebiasaannya sejak bertugas di Jawa Timur.

"Silaturahmi di pondok pesantren sudah biasa saya lakukan sejak menjadi Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya di Madiun, Jawa Timur, pada 1995. Bagi saya, keberadaan pesantren telah menjadi pilar penting untuk menjaga kekokohan NKRI," ujar Luhut dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/4).

Luhut mengatakan, dari kebiasaan itu, dia kemudian mengenal mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Oleh Gus Dur, dia mengaku diajari tentang tradisi pesantren dan Islam.

Tak hanya bersilaturahmi, kunjungan ke Ponpes Nurul Cholil dilakukan Luhut khusus untuk menjenguk KH Zubair Muntasor. Sebab, dia mendapat kabar sang kiai tengah memiliki masalah kesehatan.

Luhut pun menegaskan pemberian amplop kepada KH Zubair Muntasor tak terkait dengan Pilpres 2019. Amplop tersebut merupakan bisyaroh atau tanda terima kasih dari jemaah yang mendengar tausiah, untuk membantu biaya pengobatan sang kiai.


Saksikan juga video 'Buntut Kasih Amplop ke Kiai, Luhut Dilaporkan ke Bawaslu':

[Gambas:Video 20detik]


(zap/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed