Nongkrong di Pool, Awak PPD Tunggu Kabar Gaji Dibayar

Nongkrong di Pool, Awak PPD Tunggu Kabar Gaji Dibayar

- detikNews
Kamis, 29 Sep 2005 15:03 WIB
Jakarta - Tak semua awak PPD ikut turun ke jalan untuk menolak kenaikan harga BBM atau sekadar mengadukan nasibnya. Sebagian ada yang memilih duduk di pool atau depo PPD sambil menunggu kabar kapan gaji mereka dibayar.Salah satu awak PPD yang memilih nongkrong di depo adalah Syarifuddin Ely. Sopir bus Patas AC jurusan Lebakbulus-Rawamangun ini berada di Depo T PPD, Cawang, bersama rekan-rekannya.Menurut Ely, di Depo T ini ada 60 unit kendaraan yang laik jalan, namun hanya dua unit yang beroperasi. Satu unit bus Patas AC 16 jurusan Ramawangun-Lebakbulus beroperasi pukul 07.00-10.00 WIB, dan satu unit Patas AC jurusan Kalideres-Tanjung Priok yang beroperasi karena dicarter.Sedangkan dari Depo B, juga di Cawang, tidak ada satu pun kendaraan yang beroperasi. Padahal kendaraan yang siap operasi ada 60 unit.Ely dan rekan-rekannya mogok operasi karena menuntut hak mereka berupa gaji yang belum dibayar selama tiga bulan. Selain itu mereka takut untuk beroperasi karena keamanan yang tidak kondusif, yaitu metromini dan kopaja dikabarkan akan mogok. Jadi, kalau awak PPD tetap beroperasi, takut dilempari batu.Para sopir PPD menyayangkan belum adanya sosialisasi hasil rapat perwakilan direksi, perwakilan karyawan, dan Kementerian BUMN soal keterlambatan gaji awak PPD. Mereka hanya mendengar kabar tidak resmi bahwa gaji akan dibayarkan dalam minggu-minggu ini.Soal kenaikan harga BBM? "Kalau saya pribadi tidak setuju dengan kenaikan harga BBM. Sebab untuk tarif Patas AC yang Rp 3.500 saja kadang-kadang tidak dibayar penuh oleh penumpang. Bahkan kalah sudah tanggal 15, ada yang cuma bayar Rp 2.000. Kalau naik, kita susah, masyarakat juga susah," keluh Ely. (gtp/)


Berita Terkait