Round-Up

Keputusan-keputusan Bawaslu Soal Kisruh Pencoblosan di LN

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 17 Apr 2019 06:20 WIB
Layar Hitung Mundur Pemilu. (Foto: Ari Saputra)


Pencoblosan Ulang Via Pos di Malaysia

Bawaslu merekomendasikan pemungutan suara ulang atau PSU khusus metode pos terkait dengan kasus penemuan surat suara untuk Pemilu 2019 yang tercoblos di Selangor, Malaysia. Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur diyakini tidak melaksanakan tugas dengan profesional terkait temuan tersebut.

"Bawaslu memerintahkan Panitia Pemilihan Luar Negeri Kuala Lumpur melalui Komisi Pemilihan Umum untuk melakukan PSU (atau) pemungutan suara ulang bagi pemilih Kuala Lumpur dengan metode pos," ucap anggota Bawaslu Rahmat Bagja dalam konferensi pers di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (16/4).

Bagja menyebutkan PSU dengan metode pos itu dilakukan untuk pemilih yang telah terdaftar yang jumlahnya 319.293. Dia juga menyampaikan jumlah surat suara yang dikirimkan melalui pos sebelumnya tidak tercatat besarannya.



Rekomendasi ke KPU Pecat 2 PPLN Kuala Lumpur

Selain melakukan coblos ulang untuk metode di Malaysia, Bawaslu juga merekomendasikan penggantian dua anggota PPLN Kuala Lumpur. Penggantian ini untuk menghindari konflik kepentingan dan menjaga profesionalitas.

"Bawaslu merekomendasikan melalui KPU untuk mengganti PPLN sebanyak 2 orang atas nama Krishna (Krishna KU Hannan) sebagai Wakil Duta Besar yang menurut kami, untuk menghindari konflik kepentingan, dan Djadjuk Natsir, direkomendasikan untuk diberhentikan sebagai PPLN untuk menjaga profesionalitas," kata anggota Bawaslu, Rahmat Bagja.

Bawaslu berharap pemilu di Kuala Lumpur berjalan dengan baik. Bawaslu dan KPU sebelumnya mengutus anggotanya melakukan klarifikasi kepada PPLN setempat dan menyelidiki keaslian surat suara diduga tercoblos itu. Namun mereka tidak diberi akses oleh kepolisian setempat dan KPU memaklumi hal tersebut karena merupakan wilayah yurisdiksi Malaysia.


Saksikan juga video 'Bawaslu Perintahkan Pemungutan Suara Susulan di Sydney':

[Gambas:Video 20detik]

selanjutnya
Halaman

(idn/zak)