detikNews
Selasa 16 April 2019, 18:29 WIB

KPU Gelar Pleno Bahas Rekomendasi Bawaslu soal Coblosan di Malaysia-Sydney

Dwi Andayani - detikNews
KPU Gelar Pleno Bahas Rekomendasi Bawaslu soal Coblosan di Malaysia-Sydney KPU (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - KPU akan menggelar rapat pleno membahas rekomendasi yang diberikan Bawaslu terkait pemungutan suara ulang di Malaysia dan pemungutan suara susulan di Sydney. Rapat Pleno ini diagendakan dilakukan malam ini.

"Iya, malam ini diplenokan," ujar komisioner KPU Hasyim Asyari di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).


Hasyim mengatakan rekomendasi yang diberikan Bawaslu akan dijadikan bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. Menurutnya, terdapat beberapa hal yang perlu disiapkan, di antaranya surat suara hingga waktu pelaksanaan.

"Nanti kita akan pelajari rekomendasi itu dan jadikan bahan untuk pleno dan diambil keputusan," kata Hasyim.

"Kita harus cek segala macam persiapan, surat suara, penyelenggara, waktu dan sebagainya. Itu jadi pertimbangan," sambungnya.

Diketahui, Bawaslu merekomendasikan pemungutan suara ulang atau PSU dengan metode pos terkait dengan kasus penemuan surat suara untuk Pemilu 2019 yang tercoblos di Selangor, Malaysia. Bawaslu menyebut PPLN Kuala Lumpur diyakini tidak melaksanakan tugas dengan profesional terkait temuan itu.


"Bawaslu memerintahkan Panitia Pemilihan Luar Negeri Kuala Lumpur melalui Komisi Pemilihan Umum untuk melakukan PSU (atau) pemungutan suara ulang bagi pemilih Kuala Lumpur dengan metode pos," ucap anggota Bawaslu Rahmat Bagja dalam konferensi pers di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Tak hanya itu, Bawaslu juga merekomendasikan penggantian dua anggota PPLN Kuala Lumpur, yakni Krishna KU Hannan sebagai Wakil Duta Besar, dan Djadjuk Natsir. Penggantian ini untuk menghindari konflik kepentingan dan menjaga profesionalitas.

Selain itu, rekomendasi pemungutan suara susulan diberikan terhadap pemilu di Sydney bagi pemilih yang sudah terdaftar. Bawaslu menyatakan ada prosedur yang tidak sesuai dalam pemungutan suara saat Pemilu 2019 di Sydney, Australia.


Simak Juga 'Ena-ena Mantap Memilih Bareng Om PMR feat Indro Warkop':

(dwia/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com