DetikNews
Senin 15 April 2019, 23:10 WIB

Peranan Rumah Singgah Untuk Perbanyak Survivor Kanker

Muhammad Idris - detikNews
Peranan Rumah Singgah Untuk Perbanyak Survivor Kanker Foto: Mustiana Lestari/Detikcom
Jakarta - Banyak yang belum menyadari arti penting rumah singgah bagi para penyandang kanker anak dan keluarga. Padahal keberadaan rumah singgah bisa menjadi tempat bernaung bagi keluarga sekaligus salah satu sumber kekuatan.

Di Jakarta salah satu rumah singgah yang banyak dijadikan rujukan dan direkomendasikan adalah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) yang ada di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

Masuk ke dalam rumah singgah ini, suasana nyaman langsung terasa. Rumah bertingkat 3 ini mempunyai beberapa kamar tematik dengan pajangan berupa foto anak-anak penyintas yang menggantung di tembok kamar. Bukan cuma foto, ada pula karya anak-anak penyandang kanker yang diberi caption penuh motivasi.

Ada pula ruang kelas yang memang dipergunakan untuk aktivitas mengajar sehingga anak tidak ketinggalan pelajaran sekolah meski menjalani masa pengobatan.

Terselip juga ruangan teledonasi yang berisi costumer service yang siap sedia menghubungi para pendonor. Selain ruangan ini, hampir seluruh ruangan tidak berpendingin namun memanfaatkan celah celah tembok agar sirkulasi udara cukup dan sejuk.


Ketua YKAKI Ira Soelistyo mengatakan tujuan didirikan rumah singgah ini adalah untuk menekan penyakit kanker dan meningkatkan survivor rate. Kendati demikian, dia berharap orang tua dan sekitar lebih aware terhadap kanker utamanya pada anak.

"Kanker pada anak tidak bisa dicegah kalau kena kanker ya kena kanker yaitu caranya dengan mengenali tanda-tanda pada anak dan itu tidak mudah. Makanya mensosialisasikan kanker pada anak itu penting," kata Ira.

Dia mengatakan sampai saat ini sudah ada 3000 anak yang pernah ditampung di 8 cabang YKAKI. Namun 30 persen di antara mereka gagal penanganan.

Peranan Rumah Singgah Untuk Perbanyak Survivor KankerFoto: Mustiana Lestari/Detikcom

"Mereka datang dengan kondisi terlamabat jadi tidak bisa tertolong makanya kami berharap makin berkurang. Jangan sampai terlambat datang dan mengenali lebih dini gejala kanker," tandas dia yang menerima penyandang kanker anak mulai umur 0 sampai 18 tahun.

Untuk menjadi bagian rumah singgah ini, Ira mengatakan yang penting punya rujukan dari rumah sakit atau dokter.

"Kapasistas kami 51 orang sekarang 31 orang. Walau over kapasitas kami tetap tampung dengan menambah jumlah kasur," jelasnya yang juga menjadi ibu survivor kanker.


Dengan pengelolaan yang baik ini tak heran banyak perusahaan mendonasikan uang ke yayasan tersebut, salah satunya
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk

Melalui Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat, Tolak Angin Anak Sido Muncul menyumbang tunai senilai Rp 350 juta ditambah Rp 33 juta untuk biaya hidup keluarga mereka.

"Saya melihat bahwa yayasan ini dikelola dengan baik sehingga banyak dapat kepercayaan dari masyarakat. Saya apresiasi Ibu Ira ini punya pengalaman dari anaknya. Justru karena pengalaman itu yang membuat yayasan ini awalnya kecil hingga besar sampai sekarang ini," kata Irwan.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed