DetikNews
2019/04/15 23:19:39 WIB

Round-Up

Seruan Pemilu Damai dari Anak Bangsa, Dewasa Hadapi Perbedaan

Tim Detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Seruan Pemilu Damai dari Anak Bangsa, Dewasa Hadapi Perbedaan Ilustrasi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Pelaksanaan Pemilu 2019 tinggal dua hari lagi. Di masa tenang ini, beberapa komponen anak bangsa menyerukan agar pemilu dapat berlangsung dengan damai.

Seruan pemilu damai disampaikan oleh Ulama Muda Seluruh Indonesia, yang menyatakan akan menggelar doa bersama dan istigasah. Acara istigasah dan doa bersama dengan tajuk 'Mengetuk Pintu Langit untuk Kelancaran Pemilu dan Kemajuan Indonesia' diselenggarakan di 99 titik di Indonesia. Hal ini merupakan ikhtiar dari ulama muda untuk bersama-sama bermunajat kepada Tuhan agar diberi pemimpin yang baik untuk Indonesia.

"Keputusan sekarang ada di tangan rakyat dan Tuhan yang Maha Memutuskan untuk memilih pemimpin yang baik, amanah, dan taat kepada Tuhan," ujar Koordinator Ulama Muda Se-Indonesia KH Abdul Hadi Noer atau yang akrab dipanggil Ra Hadi kepada wartawan di Jambi, Senin (15/4/2019).


Istigasah dan doa bersama serentak digelar Senin ini dan Selasa (16/4) besok di 99 titik yang tersebar di 9 provinsi di Indonesia, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, Jambi, dan NTB. Acara yang melibatkan 111 ribu santri dan masyarakat, imbuh Ra Hadi, juga akan mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya dan memantau agar proses pemilu bisa berjalan dengan lancar.

"Dan melalui acara ini, kita berharap pemilu akan berjalan dengan lancar. Apa pun hasilnya, itulah hasil yang terbaik bagi bangsa Indonesia," tuturnya.

Ra Hadi pun mengimbau seluruh masyarakat terus mengedepankan pemilu damai. Menurutnya, perbedaan harus dihadapi secara dewasa.

"Masing-masing kontestan sudah melakukan kampanye dan menyampaikan visi-misi. Di hari tenang ini, saatnya merefleksikan diri sebagai bangsa yang besar yang sudah sangat dewasa dalam menghadapi perbedaan. Apalagi hanya perbedaan pilihan politik," ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh Komunitas Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDDHI). Selain mengimbau pemilu damai, GEMABUDDHI mengajak seluruh rakyat Indonesia menggunakan hak pilihnya pada 17 April nanti guna menyukseskan Pemilu 2019.



"Kami Komunitas Muda Buddhis Indonesia merasa terpanggil untuk menyukseskan Pemilu 2019 dengan berpedoman pada Dasa Raja Dharma atau 10 sifat baik pemimpin yang telah diajarkan oleh Buddha Gautama," ujar Sekjen GEMABUDHI Karsono kepada wartawan, Senin (15/4).

Sebagai informasi, GEMABUDDHI terdiri atas sejumlah organisasi yang dalam konferensi pers diwakili oleh Ketua Umum HIKMAHBUDHI, Ketua Umum DPP PATRIA Tedy Wijaya, Sekretaris Umum PP Sekber PMVBI Viria Chandra, Wasekjen GEMABUDHI Karsono, Ketua Umum Pemuda Tridharma Indonesia Andriana, Ketua Umum Institut Nagarjuna Isyanto, dan Ketua Umum PERSADABUMI Rachmat Harsono.

Menurut Karsono, di zaman modern seperti sekarang ini, peran seorang pemimpin menjadi lebih penting dan merupakan kunci suatu keberhasilan. Ia pun menjelaskan arti pemimpin menurut ajaran Buddha.

"Menurut ajaran Buddha, seorang pemimpin yang baik selaiknya memiliki sifat dermawan, bermoral, siap berkorban, berintegritas, bertanggung jawab, sederhana, tidak mudah marah atau membenci, jauh dari kekerasan, sabar, dan tidak mencari permusuhan," sebutnya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed