DetikNews
Senin 15 April 2019, 06:16 WIB

Round-Up

Penjelasan KPU hingga PPLN Sydney Soal 'Kisruh' Pencoblosan

Andhika Prasetia, Indah Mutiara Kami - detikNews
Penjelasan KPU hingga PPLN Sydney Soal Kisruh Pencoblosan Foto: Pencoblosan Pemilu 2019 di Sydney (PPLN Sydney)
Sydney - Pencoblosan di Sydney, Australia sempat kisruh akibat ada WNI yang belum bisa mencoblos tetapi TPS sudah ditutup. KPU dan PPLN Sydney pun memberi penjelasan.

Penjelasan KPU RI

Komisioner KPU Ilham Saputra menjelaskan penyebab ditutupnya TPS di Town Hall Sydney karena masa sewanya sudah habis per pukul 18.00 waktu setempat. KPU siap menggelar pemungutan suara ulang jika ada rekomendasi dari Bawaslu atau Panwaslu setempat.

"Di Sydney itu kami sudah cek, kalau memang surat suara masih ada, maka masih dilayani. Selama mereka sudah terdaftar di TPS tersebut, harusnya dilayani. Tapi kan Town Hall itu kami menyewa sampai pukul 18.00. Nah, kami bisa saja jika ada permintaan dari masyarakat bahwa ada pemungutan suara susulan. Jika Bawaslu atau Panwas Sydney merekomendasi, tinggal dijalankan," ujar Ilham saat dihubungi, Minggu (14/4/2019).

Di media sosial, beredar video yang memperlihatkan WNI di Sydney memprotes seorang pria. Pria itu disebut sebagai anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Sydney dan terafiliasi dengan parpol tertentu.

[Gambas:Video 20detik]




KPU menepis isu tersebut. KPU sudah mengecek SK PPLN dan SK KPPS di luar negeri dan tidak ada nama pria yang disebut-sebut di media sosial.

"Sudah kami cek SK PPLN maupun SK KPPS luar negeri, tidak ada nama tersebut," ujar komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi saat dimintai konfirmasi terpisah.




Penjelasan PPLN Sydney

Lewat situs resminya, PPLN Sydney mengatakan bahwa pencoblosan untuk pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) dan Daftar Pemilih Tambahan Luar Negeri (DPTbLN) berjalan lancar. Tapi, masalah terjadi ketika giliran DPKLN (Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri). Menurut PPLN, banyak pemilih yang sebenarnya masuk DPKLN tapi tidak tahu. Pemilih di DPKLN baru bisa mencoblos satu jam jelang penutupan pencoblosan.

"Menjelang jam 17.00 atau mendekati waktu bagi DPKLN untuk melakukan pencoblosan, antrean pemilih mencapai puncaknya. Pemilih DPKLN yang ingin mencoblos memenuhi pintu masuk lokasi gedung TPS berada," jelas PPLN Sydney.



PPLN Sydney mengaku sudah berusaha mempercepat pelayanan terhadap pemilih. Tapi ketika waktu menunjukkan pukul 18.00, masih banyak orang berkumpul di depan pintu masuk lokasi gedung TPS.

"Dengan berbagai pertimbangan dan musyawarah dengan Panwaslu, saksi, perwakilan Mabes Polri dan pihak keamanan gedung; terutama pertimbangan keamanan gedung dan waktu penggunaan gedung yang terbatas, maka penutupan pintu masuk gedung dilakukan pada pukul 18.00. Pemilih yang berada di luar gedung telah diberi penjelasan bahwa waktu pencoblosan telah berakhir, namun pelayanan masih dilakukan pada pemilih yang sudah memasuki gedung. Beberapa pemilih yang di luar gedung masih kurang puas meskipun telah diberi penjelasan oleh PPLN," ungkap PPLN Sydney.


Saksikan juga video 'Ribut-ribut Pemilu di TPS Sydney, Ada Apa?':

[Gambas:Video 20detik]


(imk/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed