detikNews
Minggu 14 April 2019, 13:26 WIB

Pembunuhan dalam Sepekan, Dari Mutilasi hingga Gorok Ibu Sendiri

Andi Saputra - detikNews
Pembunuhan dalam Sepekan, Dari Mutilasi hingga Gorok Ibu Sendiri Ilustrasi (edi/detikcom)
Jakarta - Pembunuhan dari hari ke hari semakin biadab dan tidak berperikemanusiaan. Pelaku menghabisi nyawa orang dekatnya, termasuk ibunya sendiri. Tega!

Dalam catatan detikcom, Minggu (14/4/2019), kasus pembunuhan yang terungkap yaitu mutilasi Budi Hartanto (28). Warga Tamanan, Kota Kediri dibunuh dan dimutilasi dan kepalanya dibuang di aliran Sungai Dusun Plosokerep, Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Sementara koper hitam berisi tubuh korban ditemukan pencari rumput.

Belakangan dua pelaku, AS dan AJ ditangkap aparat kepolisian. Motif cinta cinta sesama jenis menyelimuti kasus tersebut.


Di Bali, KIJ alias Kodok terbakar api cemburu dan membunuh pacarnya Ni Made Serli, dengan cara mencekik sampai tewas.

Serli ditemukan tewas tergeletak di kamar kosnya di Singaraja, Buleleng, Bali, Kamis (11/4). Jasad Serli itu pertama kali ditemukan oleh sahabatnya.

Di Pandeglang, Banten, warga menemukan dua karung yang masing-masing berisi jenazah Asep Hidayat (46) dan SJP (50). Keduanya merupakan pekerja pertambangan pasir di Lebak.

Jenazah dalam karung, yakni Asep Hidayat, ditemukan pada Minggu (7/4) di Pantai Karibea, Kecamatan Pagelaran. Sedangkan SJP (50) ditemukan pada Rabu (10/4) di Sungai Ciseukeut, Panimbang.

Polisi belum berhasil menangkap pelaku.


Bagaimana di Sumatera Selatan? Akmaludin (38) dengan tega membunuh pembunuh ibu kandung. Polisi masih menyelidiki kasus itu, apakah Akmaludin waras atau mengalami gangguan jiwa.

Masih di pekan yang sama, sebuah kuburan misterius di tepi tol Jagorawi ditemukan warga. Diperikaran yang dikubur adalah wanita hamil dan meninggal pada Sabtu, 6 April 2019 petang. Mayatnya ditemukan di pinggir jalur masuk Tol Jagorawi pada Minggu, 7 April 2019, sekitar pukul 07.00 WIB.

Polisi juga belum mengungkap siapa yang mengubur wanita malang itu.

Di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Tholib tewas dibunuh oleh, Darmin yang dijuluki sebagai bos preman. Awalnya, Tholib dikira meninggal karena gantung diri. Namun setelah dilakukan penyelidikan diketahui korban tidak bunuh diri melainkan dibunuh.

Mengapa orang semakin enteng membunuh dengan biadab? Banyak teori menjelaskannya. Namun yang pasti, para pembunuh biadab saat ini masih banyak yang belum diekskusi mati. Padahal, sudah mengantongi putusan yang berkekuatan hukum tetap. Mereka kini makan gratis di dalam penjara.

Seperti Ryan, yang membunuh 11 orang, 1 di antaranya dimutilasi. Ada juga Babeh yang membunuh 14 anak jalanan, satu di antaranya juga dipotong-potong. Juga masih hidup Mart, mantan anggota TNI yang membunuh kekasihnya yang sedang hamil, dan ibu korban. Adapula Gunawan Santoso, pembunuh yang bolak-balik kabur dari penjara.



(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed