Duduki Gedung Permata, FBR Dikecam Bamus Betawi
Rabu, 28 Sep 2005 16:11 WIB
Jakarta - Aksi Forum Betawi Rempug (FBR) menduduki Gedung Permata menuai kecaman. Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi mengirimkan dua anggotanya guna memfasilitasi sengketa tanah itu."Kami sangat menyayangkan kejadian pendudukan di Gedung Permata. Organisasi Betawi jangan jadi biro pengerahan massa," cetus Ketua Harian Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus) Amarullah AH Asbah.Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2005). Bamus Masyarakat Betawi dikomandani Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzie Bowo.Menurut Amarullah, sengketa tanah ini sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum. "Sukar dipahami apabila kasus yang menyangkut pertanahan diselesaikan dengan cara pengerahan massa. Apalagi dilakukan di jalan utama yang sangat menarik perhatian dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga akan mudah diprovokasi, sehingga menimbulkan kerugian," urai dia.Amarullah mengaku telah mengutus dua anggotanya untuk menyelesaikan kasus sengketa tersebut.FBR mengerahkan sekitar 5.000 anggotanya untuk menduduki Gedung Permata, sebuah gedung perkantoran di kawasan Jalan Sudirman. Massa menekan pengelola gedung agar menyelesaikan sengketa tanahnya dengan ahli waris almarhum Saidi bin H Ali, Irsad. FBR ikut terlibat dalam masalah ini karena Irsad adalah salah satu anggotanya.Akibat aksi pendudukan ini, praktis tidak ada aktivitas di Gedung Permata. Para karyawan yang hendak masuk untuk bekerja dicegat oleh massa FBR di luar gedung.
(aan/)











































