detikNews
Jumat 12 April 2019, 17:56 WIB

Analisis Direktur Cyrus Network Soal Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Tim detikcom - detikNews
Analisis Direktur Cyrus Network Soal Surat Suara Tercoblos di Malaysia Direktur Cyrus Network. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Surat suara tercoblos bikin heboh. Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi menganalisis soal peristiwa tersebut.

"Saya yakin yang menggerebek dan digerebek itu temenan dan mengenal dengan baik satu sama lain," kata Hasan kepada wartawan, Jumat (12/4/2019).


Hasan mengemukakan dua alasan yang melandasi pernyataannya. Pertama, kata Hasan, pihak yang digerebek terlalu tenang dan cuek saat divideokan, apalagi yang memvideokan sangat vulgar sambil terus bicara.

"Normalnya mereka terintimidasi oleh kedatangan orang-orang tak dikenal yang mau menggerebek," ulasnya.

Alasan kedua, dia melanjutkan, pihak penggerebek sangat berani dan leluasa masuk ke dalam properti orang lain, apalagi penggerebekan tanpa kehadiran polisi. Di semua negara, kata Hasan, masuk ke properti orang lain tanpa seizin pemilik bisa diganjar hukuman pidana.

"Kalau lapor polisi, penggerebek itu bisa ditangkap duluan karena ini urusannya pidana di negeri Malaysia. Nah jika mereka sesantai itu, dan pemilik propertinya juga santai-santai saja tidak melaporkan adanya upaya tresspassing terhadap properti miliknya, ya berarti mereka temenen dan kenal baik satu sama lain," ulasnya.


Bagi Hasan, tak akan ada dampak elektoral dari heboh isu surat suara tercoblos ini. Dia menilai target isu tersebut adalah delegitimasi terhadap KPU dan Bawaslu.

"Ini kan upaya-upaya mendelegitimasi KPU dan Bawaslu. Dan bukan upaya pertama kan. Dulu juga ada isi 7 kontainer surat suara. Tapi kayanya nggak akan berhasil upaya-upaya seperti ini," ujarnya.

[Gambas:Video 20detik]


Temuan surat suara tercoblos membuat heboh. Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yaza Azzahara Ulyana lewat keterangan tertulis memaparkan kronologi penggerebekan surat suara tercoblos pada Kamis (11/4/2019).

"Pukul 12.48, Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yaza Azzahara Ulyana menerima aduan dari seorang relawan Sekber Satgas BPN PADI Malaysia bernama Parlaungan melalui pesan WhatsApp, bahwa ada dugaan penyelundupan surat suara yang dilakukan oleh oknum tertentu," kata Yaza lewat keterangan tertulis yang diterima wartawan.

Dari laporan itu, Yaza bersama seorang anggota Panwaslu Kuala Lumpur, Rizki Israeni Nur--sekitar pukul 13.00 waktu setempat--mendatangi lokasi temuan surat suara tercoblos di Taman Universiti Sungai Tangkas Bangi 43000 Kajang, Selangor.

"Tempat tersebut merupakan sebuah lot toko yang sudah dipenuhi dengan surat suara yang berada di dalam bag diplomatik sebanyak kurang-lebih 20 buah, 10 kantong plastik hitam, dan kurang-lebih 5 karung goni berwarna putih dengan tulisan Pos Malaysia," papar Yaza.


Diperkirakan jumlah surat suara di lokasi pertama itu sekitar 10-20 ribu. Saat dibuka, beberapa surat suara pilpres telah dicoblos untuk pasangan calon nomor urut 01. Sedangkan surat suara pileg ada yang sudah tercoblos untuk caleg NasDem DPR nomor urut 03.

Sekitar pukul 14.30, Panwaslu Kuala Lumpur menerima informasi tambahan dari anggota Satgas BPN PADI soal lokasi lain yang jadi gudang penyimpangan surat suara Pos.

Surat suara itu ditemukan di rumah di kawasan Bandar Baru Bangi, Selangor. Di lokasi ini, Panwaslu menemukan 158 karung berisi surat suara.

Surat suara yang dicoblos adalah capres nomor urut 01. Untuk surat suara legislatif, surat suara yang dicoblos untuk caleg DKI Dapil II NasDem nomor urut 02 dan surat suara caleg Demokrat nomor urut 03.


Simak Juga "Ada Aroma Jual-Beli Suara di Malaysia, Bawaslu Segera Investigasi":

[Gambas:Video 20detik]


(tor/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com