DetikNews
Jumat 12 April 2019, 13:19 WIB

Permohonan Diterima LPSK, Pengacara Lasmi Lapor ke Satgas Antimafia Bola

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Permohonan Diterima LPSK, Pengacara Lasmi Lapor ke Satgas Antimafia Bola Boyamin Saiman, pengacara pelapor kasus dugaan pengaturan skor melapor ke Satgas Antimafia Bola setelah permohonan perlindungan diterima LPSK (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Pengacara Lasmi Indaryani, pelapor kasus pengaturan skor sepakbola Indonesia, Boyamin Saiman mendatangi kantor Satgas Antimafia Bola Polri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta. Kedatangannya untuk berkoordinasi terkait permintaan Lasmi ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang sudah dikabulkan.

"Jadi saya ke sini mewakili Lasmi bertemu Satgas bahwa LPSK telah mengabulkan permohonan pengamanan saksi," kata Boyamin Saiaman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Boyamin ditemani satu orang dari tim kuasa hukum Lasmi dan bertemu dengan penyidik Satgas Antimafia Bola. Kedatanganya hanya ingin memberitahukan jika LPSK sudah mengabulkan permintaan Lasmi untuk memberikan perlindungan kepadanya.


"Untuk teknis bentuk (perlindungannya) seperti apa, mohon maaf saya tidak bisa buka detailnya. Kira-kira seperti apa (perlindungannya) kita lihat nanti saat persidangan bentuknya seperti apa," ungkap Boyamin.

Boyamin mengatakan kabar dikabulkannya permintaan Lasmi itu diberitahukan pihak LPSK melalui telepon ke Lasmi. Ia menyebut proses pengajuan perlindungan itu memakan waktu yang lama.

"Agak lama ya satu bulan lebih kira-kira gitu karena ada psikotes ternyata itu mendatangkan psikolog juga buat Lasmi waktu itu untuk evaluasi benar nggak dia tertekan, diancam segala macam," kata Boyamin.


"Jadi proses itu butuh administrasi dengan Satgas dan suratnya dibalas. Habis itu setelah dibalas ada psikotes dari psikolog, jadi kami memaklumi itu," sambungnya.

Boyamin menyebut kliennya belum puas dengan hasil kerja Satgas selama ini. Lasmi menurutnya berharap penyidik Satgas agar mengembangkan lagi kasus pengaturan skor sepakbola Indonesia.

"Kalau bicara mengganjal masih ada hal-hal mengganjal karena berkaitan kita harap itu bisa naik ke kasta-kasta di atasnya sementara ini mash fokus di kasta ketiga," kata Boyamin.


"Pak Jokdri sendiri kaitannya dengan kasta ketiga, harapannya bisa naik ke kasta dua dan satu sehingga dengan harapan itu semua ini dituntaskan dulu dan berharap juga bisa dikembangkan ke yang lebih tinggi lagi," ungkap Boyamin.

Diketahui, pelapor kasus pengaturan skor, Lasmi Indaryani sempat mendatangi kantor LPSK untuk meminta perlindungan pada Jumat (1/3). Lasmi ingin meminta pelindungan terkait kasus yang dilaporkannya itu.

"Permohonan untuk perlindungan saksi karena mungkin sekarang tersangkanya banyak gitu di luar ekspektasi kami. Mungkin kalau kemarin tersangka hanya Mbah Pri dan Tika mungkin saya belum perlu perlindungan. Karena ini sudah semakin banyak dan petinggi-tinggi PSSI ternyata sudah jadi tersangka saya merasa kami sudah perlu meminta perlindungan," kata Lasmi.

Dalam kasus dugaan pengaturan skor ini, Satgas Antimafia Bola telah melimpahkan enam orang tersangka bersama dua kotak barang bukti ke kejaksaan. Keenam tersangka yang diserahkan itu adalah anggota Exco PSSI dan Ketua Asprov Jawa Tengah Tjan Ling Eng alias Johar; mantan anggota Komite Wasit Priyanto dan anaknya, Anik Yuni Artika Sari; anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih; Direktur Penugasan Wasit PSSI Mansyur Lestaluhu; serta wasit pertandingan Nurul Safarid.
(sam/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed