Cerita Prabowo Diberi Air Mineral di GBK oleh Pendukung

Cerita Prabowo Diberi Air Mineral di GBK oleh Pendukung

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kamis, 11 Apr 2019 23:43 WIB
Cerita Prabowo Diberi Air Mineral di GBK oleh Pendukung
Capres Prabowo Subianto menghadiri deklarasi Aliansi Advokat Indonesia. (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Jakarta - Capres Prabowo Subianto menyebut dirinya bersama Sandiaga Uno tidak punya banyak uang pada Pilpres 2019. Bahkan Prabowo mengaku sempat dilempari air mineral saat berkampanye di Stadion GBK beberapa waktu lalu.

"Kita bikin acara di GBK, ratusan ribu hadir nggak kita kasih uang, nggak kita kasih apa-apa, tapi ada yang nyumbang makan. Ada yang bawa makan, ada yang bawa minum. Dia tawarkan ke orang sebelah dia. Ditawarkan ke orang sebelah kiri, makan di mana-mana, minum di mana-mana," ucap Prabowo di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Prabowo lalu bercerita soal dirinya dilempari air mineral oleh pendukungnya. Dia tak mempermasalahkannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahkan rakyat lihat saya dia lempar Aqua ke saya. Dia kira capres nggak bisa punya Aqua. Tapi bukan itu. Bagi dia, dia bangga bisa memberi sesuatu kepada pemimpinnya," imbuh Prabowo.



Dalam acara tersebut, yakni deklarasi Aliansi Advokat Indonesia Bersatu untuk Prabowo-Sandi, eks Danjen Kopassus itu bercerita banyak hal. Dia menceritakan kunjungannya ke Tasikmalaya.

"Saya di Tasikmalaya ada tukang ojek berhenti, motornya ditinggal, dia lari ke mobil saya dan dia teriak-teriak, 'Pak Prabowo, Pak Prabowo, tolong selamatkan tambang-tambang kita'. Dia mengerti banyak tambang kita yang tidak menyumbang apa-apa untuk republik kita, atau tidak menyumbang cukup. Saya mau katakan rakyat kita di desa, orang kecil, tidak bisa dianggap bodoh," sebut Prabowo.

Ketum Partai Gerindra itu menegaskan dirinya dan Sandi merupakan pasangan yang tak terlalu punya banyak uang. Dia lantas menyinggung sistem politik saat ini.

"Bukan nggak punya duit, punya duit tapi tidak cukup karena sistem politik yang sangat-sangat tidak sesuai dengan jiwa UUD 1945. Kalau di Eropa, di Inggris, menjadi anggota parlemen itu habisnya kira-kira paling tinggi Rp 12 juta, 500 pound. Anggota DPR, Rp 12 juta, habis. Kalian tahulah berapa di Indonesia," sebutnya.



Jika terpilih, Prabowo berjanji membenahinya. Dia menegaskan harus mencari sistem politik yang terbaik.

Lebih jauh Prabowo menceritakan soal sindiran-sindiran kepadanya. Kali ini, sindiran itu soal baliho.

"Ada yang nyindir saya, letjen, di satu kota, saya tidak sebut kota mana persis, provinsinya Jawa Tengah. Saya di sebuah kota ketemu dengan beberapa tokoh, ada tokoh di situ, dia tidak nanya tapi sambil, mungkin ya sambil nyinyir," ucap Prabowo.

"Jadi dia bilang begini, 'Pak Prabowo, kok nggak banyak baliho?' Saya jawab, 'Benar, Pak, kami tergolong dananya kurang. Tapi, Pak, saya yakin baliho saya ada di hati rakyat," sebut Prabowo.


Prabowo Harap 17 April Dengar Berita Baik

Selain bercerita soal kampanye di GBK, capres nomor urut 02 ini juga meminta semua pendukung berjuang. Dia berharap 17 April 2019 sore, akan ada kabar baik bagi rakyat Indonesia.

"Kalau saya minum secangkir kopi, tambah pidato saya 3 jam. Bagaimana, Saudara-saudara, selamat berjuang," kata Prabowo.

Dia meminta bantuan dari pendukungnya untuk memenangkannya. Prabowo menjanjikan Indonesia yang lebih baik andai terpilih.

"Bantu saya di TPS-TPS. Kita bersama-sama akan membuat Indonesia yang lebih hebat lagi. Indonesia menang, Indonesia adil-makmur, Indonesia yang sejahtera, Indonesia di mana pemimpin-pemimpinnya tidak bisa disogok," sebut Prabowo.



Lebih lanjut dia mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diterimanya malam ini. Di sore hari pencoblosan, dia menunggu kabar baik.

"Terima kasih, selamat malam. Semoga Tuhan Yang Mahabesar melindungi Saudara-saudara sekalian," sebut Prabowo.

"Semoga 17 April sore kita akan mendengar berita yang baik untuk masyarakat Indonesia," ucapnya.
Halaman 2 dari 2
(gbr/idn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads