"Paling tidak satu orang dikirim ke pesantren supaya pesantren ada isinya. Cuma yang dikirim ke pesantren harus anak yang pinter. Biar jadi kiai, kiai pinter," kata Ma'ruf saat menghadiri silaturahim di Pondok Pesantren Nurul Huda, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/4/2019).
Dia berharap lulusan pesantren menjadi ulama yang dapat menyebarkan ajaran agama ke masyarakat. Ma'ruf mengatakan, kalau tidak ada pesantren, habis agama Islam.
"Padahal kiai penting untuk perbaikan di masyarakat. Kalau tidak ada pesantren, habis agama Islam," ujar Ma'ruf.
Dia mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara Islam terkuat di dunia meski dijajah ratusan tahun. Pesantren disebutnya memegang peranan penting dalam penyebaran agama, sehingga Ma'ruf berpendapat pesantren adalah benteng Islam.
"Kita dikuasai penjajah ratusan tahun, tetap umat Islam mayoritas karena adanya pesantren di mana-mana. Pesantren itu benteng Islam," ucap Ma'ruf.
Ma'ruf membandingkan kekuatan Islam di Indonesia dan di China. Menurutnya, Islam lebih dulu masuk ke Negeri Tirai Bambu, tapi Islam bukan menjadi agama mayoritas di sana karena tidak adanya pesantren.
"Saya melihat di China, habis. Padahal Islam masuk China lebih dulu, banyak dai. Tapi habis karena tidak ada pesantren, ini bedanya. Di Xiang ada masjid lebih dari 100 tahun. Tapi umatnya tidak banyak karena tidak ada pesantren," kata dia. (haf/haf)











































