Dr Sjahrir Minta Penyaluran Dana Kompensasi BBM Diaudit
Rabu, 28 Sep 2005 14:06 WIB
Jakarta - Penyaluran dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) secara tunai sangat rawan penyelewengan. Penasihat khusus presiden, Dr Sjahrir, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar dilakukan audit terhadap penyaluran dana tersebut.Sjahrir menyampaikan usulan itu dalam pertemuannya dengan Presiden SBY di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (28/9/2005)."Audit ini untuk memastikan yang disebut dengan kompensasi itu berjalan dengan seminimal mungkin korupsi," kata Sjahrir usai bertemu SBY.Menurut Sjahrir, proses penyaluran dana tunai merupakan tahapan yang sangat rawan dengan penyelewengan. Pasalnya banyak titik yang harus dilalui sebelum dana tunai itu akhirnya diterima oleh rakyat miskin yang berhak.Penasihat khusus presiden di bidang ekonomi itu juga mengimbau agar dilakukan verifikasi ulang dalam pendataan keluarga miskin yang dilakukan kelurahan dan RT. Langkah ini untuk menghindarkan nama-nama yang tak berhak ikut terdata atau sebaliknya, rakyat yang berhak terlewatkan.
(iy/)











































