DetikNews
Kamis 11 April 2019, 15:06 WIB

Polri Pastikan Tak Ada Luka Bahayakan Tubuh Korban di Kasus Audrey

Audrey Santoso - detikNews
Polri Pastikan Tak Ada Luka Bahayakan Tubuh Korban di Kasus Audrey Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta - Polri menyatakan tak ada luka yang membahayakan seluruh organ tubuh korban siswi SMP di Pontianak, A, yang menjadi korban dugaan kekerasan. Hal itu disebut Polri berdasarkan hasil visum yang telah dilakukan terhadap korban.

"Kembali ke faktanya. Kita tidak boleh kembali pada opini. Hasil visum sudah disampaikan dan hasil visum yang kita peroleh tidak ada luka memar, tidak ada luka-luka yang membahayakan dari seluruh organ tubuhnya. Sudah di rontgen, CT scan, semua dalam keadaan normal," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019).



Dedi mengimbau semua pihak tak langsung percaya dengan narasi-narasi yang beredar di media soal terkait kasus ini. Dia juga meminta pihak yang menyebarkan informasi pertama kali harus mengecek kebenaran dari sumber yang kredibel.

"Kami slalu sampaikan bahwa tidak terlebih dahulu percaya tiap informasi yang tersebar di media sosial. Siapa yang memviralkan pertama kali sumbernya harus jelas, harus kredibel, harus bisa diklarifikasi, dikonfirmasi," kata Dedi.

"Tambah lagi kalau itu spesifik, sumbernya harus yang memiliki kompetensi. Kalau sumbernya tidak memiliki kompetensi, membuat opini sendiri kemudian dia buat tulisan narasinya sistematis, dia kirim ke medsos, semua akan mudah percaya, padahal narasinya jauh dari fakta sebenarnya," sambung Dedi.

Selain itu, Dedi menyatakan pihak Polresta Pontianak sedang mengebut penyelesaian berkas perkara kasus ini. Dia mengatakan pihaknya berharap berkas bisa dilimpahkan ke Kejaksaan besok.

"Berkas perkara sedang diupayakan penyelesaiannya hari ini. Kemudian untuk pelimpahan ke JPU, direncanakan apabila hari ini sudah selesai, besok diusahakan sesegera mungkin dilimpahkan ke JPU Pontianak," terangnya.



Dia mengatakan pihaknya akan kembali memeriksa A selaku korban. Namun, pemeriksaan bakal dilakukan dengan melihat kondisi psikologis korban, apakah memungkin diperiksa atau tidak.

"Hari ini masih memastikan dulu satu hal, yaitu pemeriksaan korban. Tentunya sangat tergantung kondisi kesehatan dan psikologis korban. Kalau kondisi kesehatan dan psikologisnya memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan hari ini, maka berkas diupayakan selesai hari ini," jelas Dedi.

Terkait kasus ini, Polresta Pontianak menetapkan tiga tersangka pelaku, yakni Ar, Ec alias NNA, dan Ll. Mereka dijerat dengan pasal 76C juncto pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak tentang kekerasan terhadap anak.

"Tetapi fakta yang ada itu menjambak rambut, mendorong sampai terjatuh, memiting, dan melempar sandal. Itu ada dilakukan dan tidak ada tindakan melukai alat kelamin," kata Kapolresta Pontianak Kombes Anwar Nasir, Rabu (10/4).


Saksikan juga video 'Analisis Hukum Kasus #JusticeForAudrey dari Hotman Paris':

[Gambas:Video 20detik]


(aud/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed