Spanduk Caleg Ditempel Poster Baja Hitam Dinilai Kekecewaan ke Parpol

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 11 Apr 2019 08:53 WIB
Foto: Tri Ispranoto
Jakarta - Sejumlah spanduk caleg atau capres di Bandung menjadi sasaran vandalisme dengan ditempeli poster menyerupai tokoh baja hitam. Pengamat politik menilai hal ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap sistem demokrasi.

"Ini adalah bentuk kekecewaan kepada sistem demokrasi, yang memunculkan calon-calon partai politik yang akhirnya tidak berhasil memenuhi harapan rakyat," ujar pengamat politik Hendri Satrio saat dihubungi detikcom, Rabu (10/4/2019).

Hendri mengatakan tindakan ini juga menunjukkan adanya ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai politik. Menurutnya, hal ini dapat menjadi tugas bagi partai politik untuk memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat.

"Kemudian yang terbaca kedua adalah ketidakpercayaan terhadap partai politik itu, jadi yang pertama adalah sistem demokrasi yang kedua adalah ketidakpercayaan terhadap caleg parpol itu. Hal-hal seperti ini yang harus menjadi perhatian atau pekerjaan rumah bagi partai politik, untuk melaksanakan lebih banyak lagi pendidikan-pendidikan politik kepada warga negara Indonesia. Karena kita mengandalkan partai politik sebagai ujung tombak pendidikan politik," kata Hendri.

[Gambas:Video 20detik]




Untuk itu, menurutnya menjelang hari pemungutan suara KPU dan Bawaslu perlu lebih waspada dengan adanya berbagai tindakan. Dia berharap aksi ini tidak terjadi di daerah-daerah lain.

"Bawaslu dan KPU harus ekstra waspada memang menjelang hari H pasti ada seperti yang di Bandung ini, pasti akan banyak yang mencoba untuk dilakukan. Ini mudah-mudahan saja aksi-aksi ini tidak menyebrang atau tidak bermigrasi ke daerah-daerah lain," tuturnya.

Sama halnya dengan Hendri, dihubungi secara terpisah pengamat politik Al-Azhar Ujang Komaruddin mengatakan hal ini merupakan bentuk kemarahan masyarakat. Menurutnya gambar baja hitam ini digambarkan sebagai caleg yang tidak perduli dengan kondisi masyarakat.

"Bisa saja itu merupakan bentuk kemarahan masyarakat, masyarakat selama ini tidak merasakan kehadiran wakil-wakil rakyat di Parlemen. Bisa juga merupakan bentuk sindiran kepada para caleg, bahwa mereka dianggap abai dan tak peduli pada rakyat. Peduli ketika sedang kampanye saja. Karena ketidakpeduliannya tersebut, masyarakat mengidentikan seperti robot baja hitam," ujar Ujang.

"Mungkin juga selama ini masyarakat ketika ingin menyampaikan aspirasinya sulit untuk bertemu mereka di parlemen, bahkan bisa jadi aspirasi masyarakat tidak ada yang direalisasiakan. Oleh karena itu, mereka marah, mereka menganggap anggota DPR atau caleg-caleg itu tak ubahnya robot yang bergerak atas dasar kepentingannya bukan kepentingan rakyat," sambungnya.

Diketahui, aksi vandalisme terjadi pada sejumlah spanduk caleg atau capres peserta pemilu 2019 di beberapa ruas jalan Kota Bandung. Spanduk yang dipasang di pinggir jalan itu ditempeli poster menyerupai tokoh baja hitam.

Terdapat tiga jenis poster yang ditempel di sejumlah spanduk. Poster pertama terdapat tulisan 'GOLD' pada bagian atasnya, pada bagian gambar terlihat seperti orang menggunakan topeng mirip serangga layaknya tokoh baja hitam.

Poster kedua dengan tulisan 'GLORY' juga menyerupai tokoh baja hitam, bedanya tokoh di poster kedua ini memiliki rambut pendek sebahu. Tokoh ini berpose menyilangkan kedua tangannya menyerupai huruf 'X'. Poster terakhir dengan tulisan atas 'GOOGLE' ini pun sama-sama mirip tokoh baja hitam. Ia berambut panjang dan berpose mengangkat kedua tangannya seperti orang sedang berdoa. (dwia/jbr)