Sandiaga: BUMN Harus Netral, Tak Boleh Jadi Alat Kekuasaan

Sandiaga: BUMN Harus Netral, Tak Boleh Jadi Alat Kekuasaan

Indra Komara - detikNews
Rabu, 10 Apr 2019 15:07 WIB
Sandiaga: BUMN Harus Netral, Tak Boleh Jadi Alat Kekuasaan
Sandiaga Uno (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Cawapres Sandiaga Uno mendapat pesan dari federasi serikat pekerja (FSP) sinergi BUMN seluruh Indonesia. Serikat pekerja BUMN menyampaikan agar lingkungan kementerian, khususnya BUMN, bersikap netral dalam Pemilu 2019.

"Bahwa apa yang diserukan oleh teman-teman serikat pekerja sinergi BUMN merupakan aspirasi kami juga. BUMN harus netral, harus independen, tak boleh jadi alat kekuasaan, alat rezim," kata Sandiaga Uno di Resto Batik Kuring SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

Pertemuan Sandiaga dengan serikat pekerja BUMN ini dihadiri sejumlah perwakilan pegawai BUMN dari seluruh Indonesia. Pesannya adalah mengingatkan seluruh ASN di lingkungan BUMN untuk bersikap netral.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua steering committee FSP BUMN, Achmad Yunus, menyampaikan 6 poin kepada Sandiaga. Para anggota serikat pekerja ini menolak sumber daya yang ada di BUMN digunakan untuk kepentingan elektoral salah satu paslon dalam Pilpres 2019.

"Menyerukan komitmen netralitas BUMN dengan menolak segala bentuk penggunaan resources BUMN untuk kepentingan elektoral capres-cawapres tertentu. BUMN merupakan entitas bisnis milik negara yang harus menjunjung tinggi profesionalisme dan independensi dalam pemilu, termasuk Pilpres 2019," ujarnya membacakan surat rekomendasi FSP BUMN.


Kemudian, dia juga menolak penempatan timses pemenangan salah satu paslon dalam organ perusahaan BUMN. Yunus mengatakan harus ada evaluasi terhadap sistem rekrutmen direksi BUMN. Apalagi banyak direksi BUMN yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. "Penunjukan direksi BUMN harus diprioritaskan berasal dari karyawan karir BUMN," kata Yunus.

Yunus mengatakan pesan serupa sudah disampaikan ke Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun, menurut pengakuannya, kubu 01 belum menerima kehadiran dari serikat pekerja dari BUMN ini.

"Kami berpesan kepada Pak Sandi dan juga terus berkomunikasi kepada 01 agar menerima kami, kami titipkan pesan yang sama. Kami sedih ketika BUMN kami sedang susah tidak bisa gajian, tiba-tiba ada arahan Kemen BUMN untuk mobilisasi ribuan orang. Jadi dikerahkan untuk acara hura-hura," kata Yunus.

Kembali ke Sandiaga. Eks Wagub DKI ini sepakat dengan pesan-pesan yang disampaikan FSP BUMN. Dia ingin BUMN tak menjadi benteng perekonomian negara tanpa campur tangan kepentingan penguasa.



"Jangan BUMN dijadikan instrumen politik, jangan karyawan BUMN dijadikan penggembira pada acara politik. Dan bersama Prabowo-Sandi, jika terpilih, kita akan jaga amanat ini. Kami akan perkuat BUMN milik bangsa, kami akan tegaskan profesionalisme," kata Sandiaga.

Turut hadir dalam acara ini, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasioanal (BPN) Sudirman Said, Erwin Aksa, dan eks Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. (idn/aan)


Berita Terkait