detikNews
Senin 08 April 2019, 22:01 WIB

Round-Up

Masalah Kolega Lawas Wiranto-Kivlan Diselesaikan dengan Pantas

Arief Ikhsanudin - detikNews
Masalah Kolega Lawas Wiranto-Kivlan Diselesaikan dengan Pantas Menko Polhukam Wiranto (Rengga S/detikcom)
Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dengan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen terlibat perdebatan yang terekam dalam video beredar di media sosial. Wiranto menegaskan masalah itu akan diselesaikan.

Masalah yang melatarbelakangi perdebatan Wiranto dengan Kivlan yang beredar di media sosial belum jelas betul. Tapi Wiranto menegaskan masalah itu akan diselesaikan.


Video berdurasi 27 detik itu diunggah oleh akun Twitter JS Prabowo. Di sana terlihat Wiranto tak hanya berdua dengan Kivlan.

Tidak ditampilkan apa yang melatarbelakangi perdebatan mereka. Namun Kivlan mengklarifikasi kepada Wiranto soal dalang kerusuhan 1998.

Seperti diketahui, Wiranto pada 1998 adalah Panglima ABRI (dulu TNI) dan Menteri Pertahanan. Sedangkan Kivlan adalah Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad). Prabowo Subianto saat itu menjabat Panglima Kostrad.

"Bukan aku yang nuduh, aku ngomong yang bertanggung jawab, bukan dalang, Abang sebagai Panglima," ucap Kivlan dalam video tersebut.

Di akhir video, Kivlan ditarik oleh orang lain sebelum perkataannya selesai. Namun dia langsung tertawa dan kembali menghadap Wiranto.

Wiranto menyebut perdebatan itu adalah masalah pribadi dan tidak perlu dibahas. Wiranto menegaskan masalah itu akan diselesaikan dengan cara yang pantas.

"Itu nggak usah kita bahas. Karena itu masalah pribadi, nanti akan kita selesaikan dengan cara yang pantas gitu," ucap Wiranto kepada wartawan di Hotel JS Luwansa, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin, (8/4/2019).


Sebelum video itu beredar, isu soal kerusuhan 1998 kembali mencuat antara Kivlan dan Wiranto pada Februari 2019. Kemunculan isu kontroversial soal dalang kerusuhan 1998 semakin bombastis tatkala bahasan soal sumpah pocong turut menyertai.

Awalnya, Kivlan menuding Wiranto turut melengserkan Soeharto. Kivlan menyebut bukti dari tudingannya adalah dari sikap Wiranto yang secara tiba-tiba meninggalkan Jakarta saat keadaan sedang genting. Wiranto saat itu menjabat Panglima ABRI. Dia pun menuding Wiranto dikendalikan oleh kelompok para jenderal untuk melengserkan Soeharto. Bahkan, kata dia, Wiranto menolak saat mendapat instruksi presiden (inpres) untuk mengamankan Jakarta.

Wiranto menepis, bahkan meminta sumpah pocong antara dirinya, Kivlan, dan Prabowo. Dia percaya dirinya bukan dalam kerusuhan 1998. "Oleh karena itu, saya berani katakan berani untuk sumpah pocong saja, 1998 itu yang menjadi bagian kerusuhan itu saya, Prabowo, Kivlan Zen? Sumpah pocong kita. Siapa yang sebenarnya dalang kerusuhan itu?" ucap Wiranto di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (26/2).

Wiranto menyebut berdiskusi dengan aktivis 1998 untuk mencegah terjadinya kerusuhan nasional. Tidak seperti yang dikatakan oleh Kivlan. "Justru saya sendiri, Saudara-saudara sekalian, melakukan berbagai langkah persuasif, edukatif, kompromis, dialogis dengan teman-teman reformis supaya jangan terjadi kekacauan, jangan muncul kerusuhan nasional yang akan merugikan bangsa Indonesia. Bukan saya sebagai dalang kerusuhan, saya mencegah kerusuhan terjadi," ungkapnya.
(idh/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com