detikNews
Senin 08 April 2019, 21:09 WIB

Ditjen Pas Luruskan Isu ASN Dimutasi ke Nusakambangan Gegara Pose '2 Jari'

Indra Komara - detikNews
Ditjen Pas Luruskan Isu ASN Dimutasi ke Nusakambangan Gegara Pose 2 Jari Ilustrasi Nusakambangan (dok. YouTube KSP)
Jakarta - Beredar foto sejumlah calon aparatur sipil negara sebagai petugas keamanan lapas berpose dua jari disertai narasi bahwa mereka dimutasi ke Nusakambangan gegara pose terkait Pilpres 2019. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Pas) meluruskan isu tersebut.

Dalam foto yang beredar, tampak tujuh petugas berpose dua jari dengan mengenakan seragam petugas lapas. Beberapa di antaranya mengenakan lencana bertulisan 'Lapas 1 Semarang'.



Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto buka suara terkait foto tersebut. Dia membenarkan foto pose 'dua jari' yang beredar adalah ASN petugas Lapas 1 Semarang. Tapi, dia menegaskan, foto tersebut tidak terkait dengan pemilu.

"Benar posting-an foto tersebut dilakukan oleh calon aparatur sipil negara sebagai petugas pengamanan yang baru selesai dilantik menjadi ASN. Mereka adalah petugas Lapas 1 Semarang. Foto tersebut tidak ada kaitannya dengan unsur politik. Karena foto tersebut diambil tahun 2017, sebagai ungkapan kegembiraan telah lulus menjadi PNS/ASN," ujar Ade saat dimintai konfirmasi, Senin (8/4/2019).

Ade membenarkan ketujuh petugas lapas itu diperintahkan menjaga keamanan di Nusakambangan. Namun, dia mengatakan, tujuh petugas tersebut bukan dimutasi karena foto dua jari, melainkan diperbantukan untuk mengisi regu pengamanan Lapas Kelas II A Besi, Nusakambangan.



"Tidak benar (dimutasi), mereka hanya diperbantukan sementara untuk mengisi regu pengamanan lapas Kelas II-A Besi, Nusakambangan yang jumlah petugas pengamanannya terbatas," paparnya.

"Serta dalam rangka membantu petugas Lapas Besi dalam menghadapi kegiatan rangkaian Bakti Pemasyarakatan ke-55, yang rencananya akan dipusatkan di Nusakambangan. Tapi saat ini mereka belum melaksanakan tugas di Lapas Besi, Nusakambangan. Karena kegiatannya juga belum dilaksanakan," kata Ade.
(idn/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed