Pasien Flu Burung Tertipu, HP dan Cincin Raib
Selasa, 27 Sep 2005 20:08 WIB
Jakarta - Sudah jatuh, ketimpa tangga pula. Ini lah nasib yang dialami pasien korban flu burung, Kastura (52). Dia kehilangan cincin dan handphonenya saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.Cerita seorang pasien kehilangan cincin dan handphone ini diungkapkan, anak Kastura Syamsiah (33). Syamsiah yang ditemui detikcom di RSPI Sunter, Selasa (27/9/2005) menyatakan, ibunya yang dikategorikan pasien suspect flu burung itu kehilangan cincin dan handphonenya pada pukul 11.00 WIB. Kata Syamsiah, awal kejadian kehilangan itu bermula ketika ibunya kedatangan seorang perempuan berumur 30 tahunan dengan membawa anak laki-laki berusia 7 tahun. Anak itu ditinggal di luar bangsal.Ibu itu mengaku sebagai perawat dari RS Kramat 128. Kebetulan, Kastura memang dirujuk dari RS Kramat 128. Perawat itu mengatakan, katanya masih ada resep yang belum ditebus dan dia datang ke sini untuk menebus obatnya.Karena untuk keperluan itu, maka Syamsiah keluar untuk menelpon keluarganya. Selesai menelpon dirinya berpapasan dengan ibu tersebut dan anaknya. "Katanya dia (ibu yang mengaku perawat-red) mau makan dulu," katanya.Alangkah kagetnya ketika Syamsiah kembali ke kamar ibunya mendapati ibunya telah kehilangan cincin. "Ibu saya bilang cincin diambil wanita itu dengan alasan di rumah sakit nggak boleh memakai cincin," ungkapnya kesal. Kekagetannya makin bertambah ketika dia melihat handphone adiknya yang diletakkan dekat bangsal ibunya juga tidak ada. "Saya lari keluar dan mengejar wanita, ternyata sudah tidak ada," katanya. Saat dirinya pun menelpon RS Kramat 128 mendapat penjelasan RS itu tidak pernah mengirimkan suster.
(mar/)











































