Nurullita yang Ngaku Dipecat Kembali Dimediasi di Kemenaker

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Senin, 08 Apr 2019 15:52 WIB
Foto: Nurullita dan kuasa hukunya, Rizki Alhamdi. (Rolan-detikcom)
Jakarta - Nurullita dan atasannya Komisaris PT Pelopor Pratama Lancar Abadi Merry Puspitasari kembali dimediasi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Di mediasi kedua ini, Nurullita meminta perusahaan melunasi hak-haknya.

"Ini kita harapkan mediasi terakhir ya, seperti yang dikatakan mediator, di mana mediator pada Minggu lalu tanggal 2 April memerintahkan Ibu Merry Puspitasari untuk melunasi hak-hak Ibu Nurullita, di mana kita meminta pertama, melunasi hak-haknya seperti uang penghargaan, uang kompensasi, yang sudah diatur dalam Undang-Undang Ketengakerjaan diberikan secara langsung kepada Ibu Nurullita," kata kuasa hukum Nurullita, Rizki Alhamdi di Gedung Kemenakar, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Rizki mengatakan, pihaknya berterima kasih karena status Merry di media sosial yang isinya berupa bully dan memojokkan Nurulita telah dihapus pada 7 April 2019. Itu juga bentuk kesepakatan usai mediasi pertama.


"Status Facebook juga dihapus kemarin malam, padahal mereka menjanjikan tanggal 2 April paling lama jam 7 malam sudah kehapus, tapi kenyataannya malah tanggal 7 April. Isinya (status Facebook-red) memojokkan, yang bilang 'adiknya pilih 212, kakaknya pilih Jokowi' dan ada beberapa status yang lain yang sifatnya memojokkan dan mendiskreditkan," jelasnya.

Selain itu, pihak Nurullita juga menyayangkan PT PPLA masih menggunakan rekening Nurulitta untuk bertransaksi. Dia mengaku punya bukti-bukti atas ini.

"Kita amat sayangkan pada tanggal 2 April, kuasa hukum Ibu Merry mengiyakan akan menghentikan aktivitas transaksi perusahaan PT PPLA yang mana menggunakan rekening Ibu Nurullita, atas nama pribadi Bu Nurullita rekeningnya, untuk transaksi perusahaan. Kita sudah minta (rekening ditutup), meeka mengiyakan, tetapi kenyataannya tetap terjadi pada tanggal 4 April," ujarnya.


Rizki berharap ini jadi mediasi terakhir. Hari ini dia akan memastikan bahwa kliennya terpenuhi hak-haknya, salah satunya dikembalikannya rekening dan kartu ATM Nurullita selain itu juga terkait pesangon.

"Kita pengen tahu respons dari mereka akan mbayar atau tidak, karena ini sudah perintah dari mediator. Hari ini mediasi dimana mereka untuk melunasi hak-haknya Ibu Nurullita, sesuai perintah mediator," jelasnya. (hri/idh)