DetikNews
Minggu 07 April 2019, 12:58 WIB

Tanggapi Neno yang Bicara Rezim Zalim, TKN Bicara soal Kampanye Fitnah

Tsarina Maharani - detikNews
Tanggapi Neno yang Bicara Rezim Zalim, TKN Bicara soal Kampanye Fitnah Foto: Abdul Kadir Karding. (Dok TKN Jokowi-Ma'ruf Amin).
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menjawab pernyataan Wakil Ketua BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno , Neno Warisman, yang menyebut rezim zalim akan tumbang. TKN menyindir balik BPN.

"Yang betul itu adalah calon yang timnya berkampanye dengan zalim, yakni dengan mengedepankan fitnah, bohong, dan nyinyir dan selalu mengklaim kebenaran hanya dari dirinya, itulah yang zalim," kata Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Minggu (7/4/2019).


Menurut Karding, pihak yang suka menyebarkan kebohongan dan fitnah itu akan tumbang di Pilpres 2019. "Jadi mereka tim calon yang berkampanye dengan narasi kebohongan, hoax, fitnah itulah yang akan kalah atau tumbang dalam pilpres yang akan datang," ujarnya.

Dia kemudian mengungkit soal klaim kubu paslon 02 yang mengatakan capres-cawapres mereka didukung ulama. Karding mengatakan secara umum para ulama mendukung Jokowi.

"Kita yakin bahwa klaim didukung semua ulama hanya sebagian. Memang ada, tapi sebagian kecil. Ada ratusan ribu ulama, baik di kota maupun kampung memberikan dukungan kepada Pak Jokowi karena beliau adalah pemimpin yang secara nyata memerhatikan para ulama," sebut politikus PKB itu.


Karding mencontohkan bukti Jokowi cinta ulama. Salah satunya adalah dengan memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapres.

"Pertama, dia menetapkan hari santri. Kedua, kebijakan soal pembangunan pesantren semua dibangun dengan baik. Ketiga, memperhatikan seluruh ulma-ulama, saking cintanya diangkat cawapres dari ulama besar yang saya kira keulamannya tidak diragukan. Karakter dan sikapnya juga tidak diragukan," tutur Karding.

Meski demikian, kata Karding, Jokowi tidak suka menggunakan narasi agama untuk kepentingan politik. Menurut dia, hal ini berbanding terbalik dengan Prabowo yang menggunakan agama sebagai alat meraih kekuasaan.

"Kalau Pak Jokowi memberdayakan umat dengan kebijakan dan perhatian, kalau Pak Prabowo menghancurkan umat karena terus menggunakan agama sebagai alat mencapai kekuasannya," tegas dia.


Sebelumnya, Neno Warisman berorasi di kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK, Senayan, Jakarta. Neno berbicara soal rezim zalim yang menurutnya pasti tumbang.

Menurut dia, para ulama dan habaib saat ini tengah membimbing umat dan mengawal calon pemimpin pengganti rezim saat ini.

"Inilah hari yang tak akan pernah kita lihat dalam kurun belakangan di mana para ulama, para habaib, turun semua, memantik cahaya keberanian, membimbing umat dengan kebenaran, mengawal calon pemimpin pengganti rezim yang sebentar lagi insyaallah, insyaallah, rezim yang zalim pasti tumbang! Rezim yang zalim pasti tenggelam," kata Neno, Minggu (7/4).
(tsa/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed