detikNews
Sabtu 06 April 2019, 10:48 WIB

BPN Jawab Tuduhan TKN soal Persaingan Antara Sandiaga dan Fadli Zon

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
BPN Jawab Tuduhan TKN soal Persaingan Antara Sandiaga dan Fadli Zon Andre Rosiade (Azizah/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyebut perbedaan pandangan anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Fadli Zon dan cawapres Sandiaga Uno terkait predikat menteri keuangan terbaik untuk Sri Mulyani menunjukkan adanya persaingan. BPN Prabowo-Sandiaga menilai kubu Jokowi sedang melakukan politik adu domba.

"Namanya juga TKN, tentu ingin mengadu domba kami," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, kepada wartawan, Sabtu (6/4/2019).



Andre kemudian menjelaskan soal perbedaan pendapat Fadli dan Sandiaga. Menurut Andre, apresiasi yang disampaikan oleh Sandiaga merupakan sesuatu yang wajar lantaran Sri Mulyani sudah tiga kali diganjar sebagai menteri keuangan terbaik.

"Yang jelas, Bang Sandi mengapresiasi, wajar dong mengapresiasi Bu Sri Mulyani. Saya juga mengapresiasi, tiga kali berturut-turut dapat penghargaan, tetapi faktanya utang pemerintah terus bertambah," ujar dia.



Tetapi di sisi lain, Andre juga mengingatkan pemerintah saat ini terus menambah utang dan tidak mencari sumber pendanaan yang lain. Dalam konteks itulah, menurut Andre, Fadli Zon memberikan kritik kepada Sri Mulyani.

"Pemerintah tidak kreatif untuk mencari sumber pendanaan lain untuk berutang. Bang Fadli melaksanakan tugasnya sebagai Wakil Ketua DPR RI yang mempunyai tugas untuk mengontrol pemerintah. Wajar dong Bang Fadli mengkritik Bu Sri Mulyani sebagai menteri Pak Jokowi yang terus menambah utang negara, yang menjadi beban rakyat," imbuh Andre.

Sebelumnya diberitakan, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyindir anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon.

Ini bermula dari cuitan Fadli Zon di Twitter yang menyerang Sri Mulyani. Menurut Fadli, gelar menkeu terbaik se-Asia itu tidak pantas diberikan kepada Sri. Namun hal ini berbanding terbalik dengan Sandiaga, yang justru memberi apresiasi, bahkan melirik Sri masuk kabinet Prabowo-Sandi jika terpilih di pilpres mendatang.

"Fadli Zon selalu bersikap apriori terhadap Sri Mulyani, ada apakah gerangan? Apalagi kebiasaannya bawa-bawa nama rakyat, emangnya Fadli Zon tahu tentang keinginan dari 265 juta rakyat Indonesia?" kata anggota TKN, Inas Nasrullah Zubir, kepada wartawan.

Dia bahkan menyebut perbedaan pandangan antara Sandi dan Fadli itu lantaran adanya persaingan di antara mereka. Inas menduga hubungan Sandi dengan Fadli tidak akur.

"Sikap Fadli Zon ternyata disambut terbalik oleh Sandiaga Uno, yang justru mengapresiasi penghargaan yang diterima Sri Mulyani, sehingga menimbulkan kesan bahwa ada persaingan antara Sandiaga Uno dengan Fadli Zon! Karena bisa saja terjadi adanya kecemburuan dari Fadli Zon sebagai kader senior di Partai Gerindra kepada Sandiaga Uno yang bukan lain adalah kader baru di Gerindra, karena sesungguhnya masyarakat juga tahu bahwa Fadli Zon kalah pamor dari Sandiaga Uno," ujar dia.



Tonton juga video TKN dan BPN Saling Lempar Tudingan Khilafah:

[Gambas:Video 20detik]


(knv/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com