detikNews
Sabtu 06 April 2019, 08:39 WIB

PPATK Duga Ada Potensi Penggunaan Dana Masif di Pemilu, Ini Kata KPU

Zunita Putri - detikNews
PPATK Duga Ada Potensi Penggunaan Dana Masif di Pemilu, Ini Kata KPU Foto: Komisioner KPU Wahyu Setiawan. (Dwi-detikcom)
Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menduga ada potensi kecurangan politik uang dalam Pemilu 2019. KPU meminta masyarakat dan semua pihak bersama-sama melawan politik.

"Kalau gitu KPU berpandangan bahwa kita semua harus bersama-sama melawan politk uang, KPU juga sudah bermitra dengan PPATK dengan KPK dalam rangka melawan politik uang dalam Pemilu 2019," ujar Anggota KPU Wahyu Setiawan saat dihubungi, Jumat (5/4/2019).



Wahyu juga menegaskan pihaknya melarang keras adanya politik uang di Pemilu. Dia juga menjelaskan pengawasan terhadap tindakan politik uang itu kewenangan penuh Bawaslu

"Kalau KPU Jelas, regulasinya jelas, bahwa politik uang itu dilarang dalam pemilu, pengawasan terhadap regulasi itu jadi kewenangan Bawaslu kan begitu," jelasnya.



Sebelumnya, PPATK menduga ada potensi kecurangan politik uang dalam Pemilu 2019. Hal itu lantaran pihaknya menemukan adanya penarikan dana tak normal dua hingga tiga tahun lalu.

"PPATK memotret dana kampanye yang diberikan aman saja. Aman, tertib. Tapi perputaran uang di sekitar itu, walaupun kami belum bisa menemukan keterikatannya, itu luar biasa masif," ujar Deputi Bidang Pemberantasan dari PPATK Firman Shantyabudi dalam diskusi 'Mengawal Integritas Pemilu' di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Jumat (5/4).

"Artinya, PPATK juga memotret ada kecenderungan memang, semoga saya salah, karena PPATK tak bisa menuduh. Ini ada laporan intelijen, membaca dari kecenderungan, penarikan dana tunai bisa terjadi 2-3 tahun sebelum pemilu," lanjutnya.



Tonton juga video KPU Bantah Tuduhan Server Disetting untuk Menangkan Jokowi:

[Gambas:Video 20detik]


(zap/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed