DetikNews
Jumat 05 April 2019, 21:51 WIB

Jaga Indramayu Jadi Lumbung Padi Nasional, Jokowi Janji Buat 2 Waduk Lagi

Tim detikcom - detikNews
Jaga Indramayu Jadi Lumbung Padi Nasional, Jokowi Janji Buat 2 Waduk Lagi Capres petahana Joko Widodo saat berkampanye di Indramayu. (Foto: ANTARA FOTO/ Wahyu Putro A/ama)
Jakarta - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan mempertahankan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sebagai lumbung padi nasional. Bicara soal Indramayu, Jokowi juga ingat mangga.

"Indramayu ini merupakan salah satu lumbung padi di Indonesia, juga terkenal dengan mangga gedong gincunya," kata Jokowi saat orasi dalam kampanye terbuka di lapangan parkir Indramayu Sport Center, seperti dilansir Antara, Jumat (5/4/2019).


Jokowi mengatakan status Kabupaten Indramayu sebagai lumbung padi nasional akan terus dijaga. Jokowi optimistis produksi beras Indramayu akan meningkat dari 1,8-1,9 ton menjadi 2 ton.

Untuk mendukung hal itu, Jokowi mengatakan akan membangun Waduk Cipanas dan Waduk Sadawarna. Kehadiran dua waduk ini akan menyokong Waduk Jatigede yang sudah lebih dulu beroperasi dan mampu mengaliri 62 juta hektare sawah.


"Setelah dibangun Waduk Jatigede di Sumedang, berikutnya Waduk Cipanas untuk mengairi pertanian Indramayu bagian tengah. Lalu di bagian barat juga dibangun Waduk Sadawarna untuk mengairi lahan tadah hujan. Pokoknya, Indramayu harus tetap menjadi lumbung pangan Indonesia. Kami juga sudah menyediakan alat mesin pertanian, sehingga mendatang setahun bisa dua hingga tiga kali panen," beber Jokowi.

Rencananya, Waduk Cipanas dan Karet Kali Perawan di Indramayu dibuat multifungsi. Selain sebagai pengendali banjir, waduk akan dibuat untuk menyediakan air bersih, juga mampu mengairi 11.700 hektare sawah. Sedangkan Waduk Sadawarna, yang merupakan tadah hujan, bisa menjadi sarana irigasi untuk 9.423 hektare di Indramayu dan Sumedang, sekaligus sumber air baku bagi warga sekitar.


Dalam kesempatan tersebut, Jokowi kembali menyampaikan program tiga kartu yang berfungsi untuk menyiapkan sumber daya manusia bagi warga Indramayu. Ketiga kartu tersebut adalah Kartu Sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok ibu-ibu bagi keluarganya, Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk Kuliah meningkatkan kualitas pendidikan kalangan pelajar hingga bisa melanjutkan ke bangku kuliah, serta Kartu Pra-Kerja yang mampu menambah skill bagi generasi muda angkatan kerja baru.

Berdasarkan data terakhir, KIP Kabupaten Indramayu sudah diterima oleh 164.521 siswa, dengan nilai Rp 86.847.725.000. Lalu untuk membangun desa-desa, Kabupaten Indramayu sejak 2015 sudah menerima aliran dana desa sebesar Rp 884 miliar yang digunakan untuk membangun jalan, memperbaiki saluran irigasi, dan pemberdayaan ekonomi desa.
(jbr/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed