BPN Persilakan Polisi Proses Pihak di Video 'Server KPU Di-setting'

BPN Persilakan Polisi Proses Pihak di Video 'Server KPU Di-setting'

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 05 Apr 2019 19:53 WIB
BPN Persilakan Polisi Proses Pihak di Video Server KPU Di-setting
Dian Fatwa (Bil Wahid/detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyatakan pihak yang ada di dalam video 'server KPU di-setting menangkan Jokowi' tak masuk struktur BPN. BPN mempersilakan polisi memproses pihak-pihak di video itu.

"Jadi itu mereka itu kan tidak ada dalam struktural BPN. Relawan itu kan relawan yang mana, relawan siapa? Itu Pak Taufik (mantan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman) sendiri kan juga tidak tahu namanya siapa. Kalau memang melanggar hukum, proses saja," kata juru bicara BPN Dian Fatwa kepada wartawan, Jumat (5/4/2019).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dian menegaskan tidak pernah ada pembicaraan soal server KPU dalam internal BPN. Menurutnya, yang dibicarakan BPN adalah bagaimana menyisir 17,5 juta DPT invalid serta hal-hal yang berkaitan dengan kampanye Prabowo-Sandi.

"Seingat saya malah kita nanti akan menyiapkan tanggal 7 April, terus menyiapkan pidato kebangsaan nanti di Malang, terus menyiapkan debat terakhir, nggak ada tuh soal KPU, soal server. Tapi soal 17,5 juta (DPT) yang harus kita sisir, memang iya. Tapi kalau menyebut nama server itu seingat saya tidak pernah," tegasnya.

Dian mengaku tak pernah tahu ada pertemuan itu. Dia menyatakan, kalau dianggap ada pelanggaran hukum terkait video yang beredar, bisa diproses hukum.

"Ndak, ndak, ndak pernah tahu (soal pertemuan). Kalaupun itu dianggap pelanggaran hukum, proses aja, nggak apa-apa. Gitu saja. Kan kita di negara hukum, ya kita patuh. Proses saja kalau memang dianggap itu," ucap Dian.

"Dan namanya siapa, Pak Taufik sendiri juga enggan menyebutkan namanya. Lha ini kan tinggal dicari saja. Kalau investigatornya maksudnya itu ya tinggal ditanyakan saja namanya siapa. Itu aja," imbuhnya.



Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan seorang pria berbicara dalam sebuah pertemuan. Pria itu bicara banyak hal, salah satunya soal KPU. Tidak diketahui siapa pria di video tersebut dan pertemuan apa yang sedang berlangsung. Tidak ada pula keterangan soal kapan video itu diambil.

"Di KPU, saya bulan Januari ke Singapore karena ada kebocoran data. Ini tak buka saja. 01 sudah membuat angka 57%," kata pria tersebut.

KPU pun telah membantah apa yang dibicarakan pria itu. Selain itu, KPU sudah melaporkan akun yang menyebarkan video tersebut.

"Materi/substansi yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar," kata Hasyim dalam keterangan tertulis, Kamis (4/3).

Belakangan diketahui, video itu ternyata diambil saat pertemuan relawan pro-Prabowo yang diselenggarakan di rumah mantan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman. Taufik membenarkan video itu direkam di rumahnya di Ciracas, Kota Serang. Saat itu, sedang dilakukan pemaparan oleh tim relawan Prabowo-Sandiaga Uno.

"Iya, itu kan ada tim dari pusat, saya kan punya ruang briefing. Memang benar di tempat saya di Ciracas, di ruang briefing," kata Taufik Nuriman saat dihubungi, Jumat (5/4).

Namun dia mengaku tidak mengundang mereka. Saat itu ada seorang konsultan soal server KPU. Tapi ia lupa nama konsultan yang memaparkan hal tersebut.

"Saya nggak hafal namanya. Saya mah hanya nyiapin tempat doang," ujarnya. (azr/haf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads