NasDem Tak Mau Ikut Campur Kasus Blokir Rumah Kadernya oleh Ketua Gerindra

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 03 Apr 2019 12:50 WIB
Suasana saat rumah yang ditinggali Ketua NasDem Blora dan putrinya diblokir. (Arif Syaefudin/detikcom)
Jakarta - Perseteruan antara Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Blora, Yulianto, dan mantan istrinya, Dani Berliana, yang melibatkan sang mertua, yakni Ketua DPD Partai NasDem Blora Sri Sudarmini, berdampak hingga pemblokiran rumah. Partai NasDem menyatakan tak akan ikut campur dalam kasus rumah tangga tersebut.

"Persoalan pribadi seharusnya jangan jadi konsumsi publik," ujar anggota Dewan Pakar Partai NasDem, Teuku Taufiqulhadi, kepada wartawan, Rabu (3/4/2019).

Kasus perseteruan keduanya mulai mencuat setelah Yulianto, yang merupakan Ketua DPC Gerindra Blora, melakukan aksi blokir akses masuk rumah ditinggali Dani bersama sang ibu, Sri Sudarmini, yang menjabat Ketua DPD Partai NasDem Blora, pada Selasa (2/4) kemarin. Peristiwa ini bahkan sampai membuat polisi turun tangan.


Aksi blokir akses masuk rumah dilakukan dengan cara mengunci pagar rumah menggunakan rantai yang digembok dari luar. Lantaran aksi itu, akses keluar-masuk rumah pun menjadi terisolasi.

"Itu persoalan harta gono-gini, yang seharusnya dibicarakan dengan baik. Lebih-lebih, menurut saya, jangan ditarik ke partai. Kalau urusan seperti itu tidak bisa diselesaikan, maka saya rasa keduanya, terutama pihak laki-laki, tidak ada kapasitas untuk jadi pimpinan partai," sebut Taufiqulhadi.

Anggota Komisi III DPR yang membidangi urusan hukum ini mengimbau agar persoalan pribadi seperti itu tidak dibawa ke ranah publik. Taufiqulhadi meminta elite daerah NasDem tersebut bisa menyelesaikan permasalahan.

"Persoalan pribadi pun dibentang kepada publik. Saya menyerukan, selesaikan saja dengan baik-baik," tegasnya.


Kasatreskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo mengakui pihaknya sudah mendapat pelaporan dari Yulianto dan Dani Berliana. Keduanya sama-sama melaporkan soal perebutan harta gono-gini.

"Keduanya ini suami-istri kemudian cerai. Setelah cerai, timbul harta gono-gini. Itu dibagi begitu. Di antara pembagian itu, Si Yulianto merasa dikriminalisasi. Padahal itu sudah ada kesepakatan di antara kedua belah pihak, setelah putusannya di pengadilan agama, harta gono-gini dibagi dua, antar-kedua belah pihak beserta anak-anak," kata Heri saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (3/4).

"Yulianto tidak terima, sehingga menggugat dan kini masih proses. Dani juga ada laporan, tapi masih didalami sampai sekarang. Jadi dua-duanya mengadu ke polisi, dan dua-duanya masih didalami, baik dari Yuli maupun pengaduan dari saudara Dani. Sementara masih didalami dulu, masalah harta gono-gini pada intinya," tambah dia.


Simak Juga "Rumahnya Dieksekusi, Caleg Partai NasDem Ini Nangis":

[Gambas:Video 20detik]


NasDem Tak Mau Ikut Campur Kasus Blokir Rumah Kadernya oleh Ketua Gerindra
(ear/fjp)