Soal 'Cap Jempol' di Amplop Bowo, AHY Ingin Pemilu Berkualitas

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 02 Apr 2019 23:46 WIB
AHY (Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - KPK mengatakan cap jempol pada amplop 'serangan fajar' yang disita dari perkara Bowo Sidik Pangarso hanya untuk kepentingan pileg. Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung soal etika kampanye.

"Saya mengimbau agar menjalankan pemilu yang berkualitas, menaati aturan perundangan yang mengedepankan rakyat. Rakyat harus jadi subjek, bukan objek," kata AHY kepada awak media di kawasan Gronggong, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Jabar, Selasa (2/4/2019) malam.


AHY sangat menyayangkan perilaku parpol maupun politikus yang menjadikan masyarakat sebagai komoditas pemilu. Sebab, lanjut dia, pemilu merupakan cara untuk mencari pemimpin atau wakil rakyat yang berintegritas.

"Rakyat jangan dijadikan komoditas. Ini tidak baik. Saya paham politik itu pragmatis, politik itu sangat realistis. Tetapi harus tetap tersedia ruang untuk mengedepankan idealisme dan gagasan besar. Saya harap pemilu bisa berjalan jujur, adil, dan demokratis," tutur AHY.


Diberitakan sebelumnya, sejauh ini KPK memastikan amplop itu terkait pencalonan Bowo sebagai anggota legislatif. Amplop itu merupakan suap dan gratifikasi yang diduga KPK telah dikumpulkan Bowo. KPK memastikan amplop-amplop itu untuk keperluan 'serangan fajar'.

"Memang ada stempel atau cap-cap tertentu pada amplop tersebut. Tapi sejauh ini fakta hukum yang ada itu masih terkait keperluan pemilu legislatif," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/4).

"Kalau dugaan keterkaitan dan dugaan penggunaan amplop-amplop tersebut diduga akan digunakan untuk serangan fajar, untuk kepentingan pemilu legislatif, khususnya pencalegan BSP (Bowo Sidik Pangarso) di Dapil II Jawa Tengah," kata Febri. (bbn/gbr)