Begal Potong Tangan di Makassar Divonis 18 Tahun Penjara

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Selasa, 02 Apr 2019 15:08 WIB
Dua terdakwa begal pemotong tangan mahasiswa di Makassar divonis 18 tahun penjara/Foto: Muhammad Taufiqurrahman-detikcom
Dua terdakwa begal pemotong tangan mahasiswa di Makassar divonis 18 tahun penjara/Foto: Muhammad Taufiqurrahman-detikcom
Makassar - Dua terdakwa begal pemotong tangan mahasiswa di Makassar, Sulsel, divonis 18 tahun penjara. Keduanya terbukti melakukan pencurian dan kekerasan terhadap korban.

Kedua terdakwa yang divonis yakni Aco alias Pengkong dan Firman. Sidang vonis digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jalan Kartini, Selasa (2/4/2019).

"Menyatakan terdakwa Aco alias Pengkong dan terdakwa kedua Firman alias Emmang telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakuan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan luka berat yang dilakukan secara bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim, Bambang Nurcahyo saat membacakan putusannya.





Bambang menyebut keduanya melanggar pasal 365 ayat 4 KUHP.

"Menjatuhkan pidana penjara kepada Aco alias Pengkong dan terdakwa kedua Firman alias Emmang 18 tahun penjara dipotong masa tahanan," lanjut Bambang.

Hakim juga memerintahkan agar barang bukti berupa handphone milik korban, Imran (19) (19), mahasiswa perguruan tinggi swasta di Makassar itu dikembalikan. Namun kendaraan roda dua milik terdakwa disita negara.

"Memerintahkan para untuk keduanya untuk tetap berada dalam masa tahahan," kata dia.

Kedua terdakwa yang mendengar putusan hakim itu hanya terdiam. Mereka diberi kesempatan untuk melakukan banding jika tidak terima dengan putusan hakim.





Putusan ini jauh lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum pada sidang sebelumnya. Dalam persidangan sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman 17 tahun penjara.

Jaksa Adrian Dwi Saputra dalam tuntutannya menyatakan terdakwa terbukti mengambil barang berharga korban bernama Imran (19), mahasiswa perguruan tinggi swasta di Makassar pada November 2018.


Selanjutnya
Halaman
1 2