Bara Bela KPU dari Serangan Amien Rais: Elite Harusnya Tak Tebar Ketakutan

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 02 Apr 2019 10:50 WIB
Bara Hasibuan (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais kembali menyerang KPU dengan tudingan adanya Daftar Pemilih Tetap (DPT) 'abal-abal' pada Pilpres 2019. Waketum PAN Bara Hasibuan, yang kerap berbeda pendapat dengan Amien, memberikan pembelaan untuk KPU.

"Pemilu di Indonesia adalah pekerjaan besar. Tugas elite bukan menyebar keresahan. Dilihat dari jumlah pemilihnya dan luas geografisnya, pemilu di Indonesia bukanlah pekerjaan yang mudah," ujar Bara dalam keterangan tertulis, Selasa (2/4/2019).

Bara pun menyebut pemilu Indonesia sebagai salah satu pemilu yang paling rumit di dunia. Untuk itu, menurutnya, wajar apabila masih ada kekurangan dalam proses pemilu di Indonesia.

"Mungkin hanya India yang pemilihannya lebih complicated dari Indonesia. Apalagi demokrasi langsung kita yang seperti ini masih baru. Kalau ada kekurangan dan masalah teknis di sana-sini, itu sesuatu yang wajar. Apalagi sistem e-KTP masih baru dan belum sempurna sehingga memberikan impact bagi DPT," kata Bara.

[Gambas:Video 20detik]



"Kuncinya bagaimana KPU sebagai penyelenggara pemilu punya tanggung jawab dan komitmen untuk merespons cepat berbagai masalah itu untuk melakukan perbaikan. Dan KPU sudah melakukan itu," imbuhnya.

Bara tak menyebut nama Amien Rais, tapi ia memberi pembelaan untuk KPU soal isu yang dilontarkan Amien Rais. Ia meminta elite dan tokoh di Indonesia tidak menyebarkan ketakutan menjelang pelaksanaan pilpres pada 17 April mendatang.

"Peran elite bukan menyebarkan keresahan dan ketakutan, tapi membantu agar seluruh proses ini berlangsung secara fair, independen, dan transparan. Dan elite harus menunjukkan sikapnya yang menghormati rule of law seperti dengan membawa indikasi kecurangan ke MK, bukan sebaliknya," ucap Bara.


"Sikap beberapa orang yang menyebarkan ancaman dan ketakutan seakan-akan sebuah prekondisi untuk menciptakan persepsi kalau calon mereka kalah itu karena kecurangan. Itu sangat tidak bertanggung jawab," tambah anggota DPR ini.

Seperti diketahui, Amien Rais berkali-kali melemparkan serangan ke KPU. Ia juga menuding KPU sebagai bentukan politik petahana Joko Widodo.

"Kalau menurut logika saya, from day one, sejak hari pertama itu tugas dari KPU yang terutama ini merupakan political creature atau bentukan politik dari petahana ini yang memikul beban, supaya apa? Supaya petahana bisa re-elected," ungkap Amien di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (1/4).

Sikap Bara yang melawan Amien Rais bukan baru kali ini terjadi. Ia juga beberapa kali mengkritik pernyataan sesepuh PAN itu. Bahkan elite PAN memberikan ancaman untuk Bara, yang kerap melawan Amien Rais.

"Sebenarnya sudah banyak sekali kader PAN dari Sabang sampai Merauke yang marah kepada Bara. Saya sangat sangsi apakah pada Pileg 2019 ini Bara bisa terpilih secara murni di dapilnya, yaitu terpilih karena suara pemilih pribadinya sangat besar. Jadi, jika Anda marah dan mau menghukum dia, hukum dia di TPS," tutur Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo.


Saksikan juga video 'Mungkinkah Ancaman 'People Power' Masih Berlaku Saat Ini':

[Gambas:Video 20detik]

(elz/tor)