500 Warga Baduy Dalam Pilih Golput di Pemilu

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 02 Apr 2019 09:58 WIB
Warga Suku Baduy saat berjalan kaki. (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)
Warga Suku Baduy saat berjalan kaki. (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Lebak - Kurang lebih 500 orang warga Baduy Dalam memilih untuk tak mencoblos atau golput di Pemilu 2019. Pilihan tak mencoblos ini merupakan aturan adat yang mau tak mau harus dipatuhi.

Jaro Saija selaku Kepala Desa Kanekes mengatakan, ada 3 kampung yang tidak mencoblos karena aturan adat. Yaitu, Kampung Cibeo, Cikeusik dan Cikartawana yang jadi pemukiman khusus Baduy Dalam.

"Paling geh (juga) sekitar 500 jalmi (orang)," kata Saija saat dihubungi detikcom di Lebak, Banten, Selasa (2/4/2019).


Saija menambahkan, aturan bahwa Baduy Dalam tak mencoblos berlaku sudah sejak lama. Tapi, aturan ini tidak berlaku pada penduduk Baduy Luar.

"Dari dulu kan gitu aja 'lunang'. Lunang aja mana aja yang menang mendukung saja, silahkan saja. Soalnya tidak boleh berpolitik kalau orang dalam," kata Saija.

Kepala Desa Kanekes Jaro Saija.Kepala Desa Kanekes Jaro Saija. (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)

Baduy Luar yang memiliki aturan adat lebih longgar, memang diperbolehkan secara adat untuk menentukan pilihan pada Pemilu 2019. Ada sekitar 6.000an orang kata Saija yang akan menentukan pilihan dan telah masuk DPT di 27 bilik suara yang disediakan KPU.


Tapi, meski memasuki musim politik dan kampanye, di Baduy sendiri tidak diizinkan seorang pendukung capres atau partai tertentu melakukan kampanye. Kampanye dilarang karena dinilai bisa memecah belah antar penduduk Baduy secara umum.

"Di Baduy terus terang saja, kampanye pun tidak boleh. Kadang-kadang itu menjadikan pecah belah. Orang Baduy ketentuan (milih) di dalam kobong (bilik suara)," ujarnya.

Baduy Dalam dan Luar sendiri memang memiliki perbedaan. Meski sama-sama disebut Orang Kanekes dan diatur satu ketentuan adat, ada perbedaan mendasar antar keduanya. Ciri Baduy Dalam yang mencolok adalah ikat kepala berwarna putih yang dilarang dipakai oleh Baduy Luar. Mereka juga dilarang mengenakan alas kaki dan menggunakan kendaraan bermotor saat bepergian.

Untuk periode kali ini, Pemilu akan dilaksanakan pada hari Rabu, 17 April 2019. Pemilu akan dilaksanakan secara serentak antara Pileg dan Pilpres. (bri/dkp)