Solar Langka, 12 Tersangka Penimbun Diciduk Polda Riau

Solar Langka, 12 Tersangka Penimbun Diciduk Polda Riau

- detikNews
Senin, 26 Sep 2005 22:11 WIB
Pekanbaru - Sejak terjadi kelangkaan minyak Solar di Riau, pihak kepolisian setempat telah menangani 19 kasus BBM. Dari sejumlah kasus tersebut, Polda Riau telah menetapkan 12 orang tersangka.Kapolda Riau Brigjen Pol S Damanhuri mengungkapkan hal itu saat ditemuai detikcom usai rapat Koordinasi BBM, di Gedung DPRD Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru, Senin (26/09/2005). Kapolda menjelaskan, sejak kelangkaan solar di seluruh SPBU di Riau dalam sebulan ini, hal itu sangat memungkikan adanya kasus penimbunan solar, oplosan dan penyelundupan. Apalagi, letak Riau yang berada di jalur pelayaran internasional. Sebab, selama ini wilayah Riau sangat rawan akan aksi penyelundupan BBM ke luar negeri."Dari kasus kelangkaan yang terjadi saat ini, kita sudah menangani 19 kasus BBM dengan berbagai klasifikasi. Sebagian besar merupakan kasus penimbunan BBM, baik bensin dan Solar. Sedangkan sebagian lagi, kasus penimbunan BBM solar untuk dijual ke industri," ujar Kapolda.Dijelaskan Kapolda, dari 19 kasus BBM tersebut, 12 orang diantaranya telah dijadikan tersangka. Dengan kelangkaan solar yang masih terjadi di Riau saat ini, Polda Riau terus mengintensifkan jajarannya untuk memburuh para penimbunan BBM solar."Apalagi isu akan ada kenaikan harga BBM pada Oktober nanti. Jelas hal ini sangat memungkinkan para agen minyak akan melakukan penimbunan berbagai jenis BBM. Karena itu, kita kerahkan personel kita untuk mengawasi adanya pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan dari rencana kenaika BBM tersebut," tegas Kapolda.Dari 12 tersangka yang kini telah disidik pihak kepolisian, Kapolda memastikan, belum ada keterlibatan pihak perusahaan besar yang ikut terlibat dalam penimbunan BBM. Para tersangka itu hanya sebatas agen-agen BBM yang dengan sengaja menimbun minyak solar dan melakukan pengoplosan bensin dicampur solar."Yang kita tangani saat ini, tersangka penimbunan dan pengoplosan BBM baru tahap agen-agen kecil. Sejauh ini belum ada keterlibatan pihak perusahaan di Riau," tutur Kapolda.Masih menurut Kapolda, selain rawan akan penimbunan dan pengoplosan BBM, kondisi Riau yang berada di jalur pelayaran internasional juga sangat memungkinkan terjadinya penyelundupan BBM ke luar negeri. Karena itu, pihaknya kini mengintensifkan Polisi Air untuk mengawasi penyaluran BBM di sejumlah pulau yang ada di Riau."Kita sudah perintahkan ke seluruh jajaran Polres di Riau, khususnya yang wilayahnya terdiri dari pulau-pulau untuk mengintensifkan pengawasan penyaluran BBM di pulau-pulau. Mengingat, pulau-pulau di Riau begitu dekat dengan pelayaran internasional, sangat memungkinkan terjadinya penyelundupan BBM ke luar negeri," papar Kapolda Riau. (ism/)


Berita Terkait