DetikNews
2019/03/31 21:40:24 WIB

Round-Up

Ungkap Peran 'Maksimum', Kemlu Bantah Diplomasi Senyam-senyum

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ungkap Peran Maksimum, Kemlu Bantah Diplomasi Senyam-senyum Foto ilustrasi: Jokowi dan Prabowo (Dok. Istimewa)
Jakarta - Prabowo Subianto menyoroti diplomasi internasional pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang kini menjadi rivalnya di arena Pilpres 2019. Menurutnya, Indonesia selama ini menerapkan diplomasi 'nice guy'.

Prabowo menyampaikan hal itu di depan Jokowi, di arena debat capres ke-4 di Hotel Shangri-La, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Konteks kritiknya berawal dari apresiasi terhadap kerja diplomasi luar negeri Indonesia dalam isu Rohingya, isu yang dikemukakan Jokowi sebelum Prabowo mendapat kesempatan berbicara.

"Kalau negara kita tidak kuat, dia senyum sama kita. Memang tugasnya diplomat. Sebuah diplomat dibayar untuk menjadi orang baik, tapi dia tidak segan, dia hitung kekuatan kita," kata Prabowo.



Namun diplomasi yang ramah di mata negara-negara tetangga itu menurut Prabowo tidak cukup. Indonesia belum mendapat penghormatan dari kalangan internasional. Sampai-sampai wartawan internasional menyatakan Indonesia adalah bangsa yang berpotensi menjadi bangsa yang besar dan akan terus berpotensi saja, bukan menjadi besar dalam artian sebenarnya. Maka diplomasi tidak cukup hanya berhenti pada level menjadi 'nice guy' yang senyam-senyum saja.

"Saya kembali menganggap ada hal yang mungkin Bapak tidak merasakan bahwa sebenarnya kita tidak terlalu dihormati di luar Indonesia, kita tidak terlalu dihormati di luar Indonesia. Karena kita tahu, Indonesia ini ya selalu utang banyak, mata uang lemah, ya kan, impor makan, negara agraris impor makan, luar biasa. Di mana kita dihormati, maaf, pemerintah pasti protokol yang jemput. Kita rakyat biasa, kita tidak dihormati di ASEAN, kita tidak dihormati oleh komunitas," ujar Prabowo.

Kini giliran Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menjawab kritikan Prabowo. Pernyataan Kemlu bertolak belakang dengan penilaian Prabowo bahwa Indonesia tidak dihormati di luar negeri.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed