DetikNews
Minggu 31 Maret 2019, 09:32 WIB

Prabowo Kritik 'Diplomasi Nice Guy' Jokowi, Kemlu: Peran RI Diapresiasi Dunia

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Prabowo Kritik Diplomasi Nice Guy Jokowi, Kemlu: Peran RI Diapresiasi Dunia Jubir Kemlu Arrmanatha C Nasir. (Foto: Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Capres Prabowo Subianto dalam debat keempat menyinggung soal 'diplomasi nice guy' atau diplomasi yang hanya bertemu dan senyum-senyum. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membantah dan menyebut peran diplomasi Indonesia diakui oleh dunia.

"Peran diplomasi Indonesia 4 tahun terakhir diapresiasi dan dihargai masyarakat internasional," kata juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir kepada wartawan, Minggu (31/3/2019).


Pria yang akrab disapa Tata ini lalu menyebutkan beberapa peran diplomasi Indonesia yang diakui dunia, di antaranya memperjuangkan kemerdekaan dan membantu rakyat Palestina, peran Indonesia dalam isu Rakhine State di Myanmar, serta peran dalam mengembangkan konsep Indo-Pasifik yang mengedepankan kerja sama untuk menjaga perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan kawasan ASEAN.

"Peran Indonesia dalam melindungi pekerja migran di ASEAN, peran Indonesia dalam kerja sama sub-regional untuk menanggulangi foreign terrorist fighters di kawasan," imbuh Tata.


Tata juga menyebutkan pencapaian Indonesia yang berhasil menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Hal itu menurutnya juga sebagai bukti peran Indonesia dalam diplomasi.

"Terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB adalah salah satu bentuk pengakuan peran dan kontribusi diplomasi Indonesia selama ini," tuturnya.

Sebelumnya, Prabowo dalam debat keempat menyoroti masalah diplomasi. Menurutnya, diplomasi punya inti ketimbang sekadar bertemu lalu senyum-senyum.

"Jadi diplomasi adalah untuk memajukan kepentingan nasional sebuah negara melalui jalan-jalan perundingan dan jalan-jalan pertukaran diplomasi," kata Prabowo dalam debat keempat Pilpres 2019, yang diselenggarakan di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3).

"Tetapi diplomasi tidak bisa hanya dengan menjadi mediator, itu penting. Tetapi ujungnya diplomasi itu harus bagian dari upaya mempertahankan kepentingan nasional inti sebuah negara dan, untuk itu, diplomasi hanya bisa dan harus di-back-up oleh kekuatan," tegas Prabowo.

Eks Danjen Kopassus itu mengatakan negara harus kuat jika tak mau ditertawakan. Prabowo yang kembali menyinggung soal diplomasi tidak mau RI hanya jadi nice guy atau cuma senyum-senyum dengan negara lain.

"Pak, diplomasi kalau hanya senyum-senyum, menjadi nice guy, ya... begitu-begitu saja, Pak. Kalau ada armada asing masuk ke laut kita, apa yang bisa kita buat?" ucap Prabowo.




Tonton juga video Cuitan-cuitan ''Kenapa Kalian Ketawa?'' yang Bikin Ngakak :

[Gambas:Video 20detik]


(azr/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed