Cegah Politik Uang, HNW Kampanyekan Politik Beretika

Akfa Nasrulhak - detikNews
Sabtu, 30 Mar 2019 20:15 WIB
Foto: MPR
Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan money politic atau politik uang dalam bentuk 'serangan fajar' adalah sebuah fenomena riil yang selalu ada dan terjadi di setiap penyelenggaraan pemilu. Tidak menutup kemungkinan berbagai serangan fajar dengan berbagai trik serta modus akan mewarnai dan menodai pesta demokrasi pemilu serentak 2019 nanti.

Oleh karenanya, menurut HNW secara prinsip masyarakat tidak boleh menerima serangan-serangan fajar tersebut. Sebab sangat penting untuk masyarakat Indonesia menjalani politik yang berprinsip dan beretika.

HNW melanjutkan, bangsa Indonesia pada dasarnya adalah bangsa yang menjunjung tinggi etika, sikap ksatria dan kejujuran. Menurutnya, apabila masyarakat menerima serangan fajar sama artinya mencederai demokrasi Indonesia yang berlandaskan Pancasila di mana sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Lagi pula, menerima serangan fajar juga sama artinya kita merendahkan harga suara kita sendiri yang sangat diagungkan dalam konstitusi kita. Menerima serangan fajar sama artinya kita menjual suara kita sekaligus menggadaikan masa depan bangsa kita dengan nilai yang sangat murah," kata HNW, dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/3/2019).


Dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerja sama dengan Yayasan Bina Ukhuwah Ummat di aula RM Simpang Raya Roxy, Jakarta, itu, HNW mengatakan jika ada pihak-pihak yang menawarkan serangan fajar, rakyat harus menunjukkan kedewasaan serta kematangan dalam berpolitik.

"Tegas saja katakan bahwa saya sebagai rakyat Indonesia telah diberikan kedaulatan yang tinggi oleh UUD. Suara saya sangat dihormati UUD. Anda merendahkan saya dengan berupaya membeli suara saya dengan cara tidak terhormat begini. Lagi pula saya sudah memiliki pilihan saya dan yakin dengan pilihan saya itu," ujar HNW.


Di hadapan sekitar 300 peserta masyarakat sekitar Jakarta Pusat itu, HNW mengajak kepada segenap rakyat Indonesia untuk menyuarakan dan melakukan sosialisasi bersama untuk berpolitik dan menghadapi pemilu serentak 2019 secara ksatria, berprinsip dan beretika.


Saksikan juga video 'KPU: Kami Ingin Sajikan Kultur Baru di Debat Capres':

[Gambas:Video 20detik]

(mul/ega)