Poliandri dan Porotin Suami, 3 Salon Ayu Bangkrut

Sugeng Harianto - detikNews
Jumat, 29 Mar 2019 15:20 WIB
Arya dan Ayu (Foto: dok. Istimewa)
Ngawi - Akal bulus Ayu akhirnya terungkap setelah dua tahun menutup-nutupi poliandri yang dilakukannya. Ia memoroti suaminya untuk usaha salon. Selidik punya selidik, usaha tiga salon kecantikannya kini bangkrut.

"Dulu memang punya salon kecantikan, jumlah tiga. Tapi sudah ndak ada semua dan tutup," ujar suami pertama Ayu di Ngawi berinisial Y (38) saat dihubungi detikcom, Jumat (29/3/2019).

Y mengaku dua salon istrinya itu berada di Ngawi dan satu salon berada di Kota Madiun. Tutupnya tiga salon milik Ayu itu diikhlaskan oleh Y, yang beranggapan mungkin karena bermodal dari uang yang tidak berkah.

"Memang sudah tutup semua salonnya. Mungkin saja memang dari hasil yang tidak berkah itu," tandasnya.


Selama memiliki usaha tiga salon itu, kata Y, istrinya--yang saat ini dalam proses gugat cerai--memang sering minta izin ke luar kota. Dengan alasan membeli keperluan kosmetik perlengkapan salon itu, Ayu leluasa bepergian.

"Kadang alasan izin menjenguk ortu sakit di Bali. Kan asalnya Bali. Katanya sekalian beli alat obat kecantikan untuk usaha salonnya. Saya percaya saja, namanya juga rumah tangga, harus saling percaya," ungkapnya.

Polisi berpangkat bripka itu mengaku, dalam sekali izin pamit ke luar kota di Bali, Ayu tidak pergi sebentar. Dalam sekali pamit itu, Ayu bisa pergi selama satu-dua minggu, bahkan sampai sebulan.

"Sekali pamit biasanya seminggu, kadang 2 minggu, bahkan pernah juga pamit sampai sebulan," ujarnya.


Sampai saat ini, Y hidup sederhana di rumah kontrakan di Ngawi. Di rumah itu, Y tinggal bersama tiga anak perempuannya, yang menjadi penyemangat hidupnya semenjak mengetahui istrinya menjalani poliandri.

Dari pengakuan Y, saat ini dirinya memang belum memiliki rumah tinggal dan tidak ingin merepotkan tinggal serumah dengan orang tua. Dia menikahi Ayu sejak 2004 (versi dakwaan PN Negara Bali, Ayu dan Y menikah tahun 2010). Menurutnya, sejak 2016 istrinya sering ke luar kota meninggalkan keluarga ke Bali.

Namun, pada 2018, rahasia Ayu ternyata terbongkar. Dia melihat sendiri Ayu diciduk anggota Polres Jembrana, Bali. Belakangan ketahuan, Ayu berpoliandri sejak 2016 secara diam-diam. Dia pun sadar, sejak 2 tahun terakhir, dirinya hanya dikelabui oleh sang istri, yang rela jadi mualaf demi menikahi dirinya.

Menurut polisi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di salah satu polsek di Polres Magetan itu, dia sudah biasa ditinggal Ayu, yang bolak-balik ke Bali. Karena itu, saat ini dia sudah terbiasa sendiri menghidupi ketiga putrinya di Ngawi.

Berdasarkan surat dakwaan yang diperoleh detikcom, Ayu dan Y menikah pada 2010 di Ngawi. Dari perkawinan itu, mereka dianugerahi tiga anak.

Pada 2016, Ayu menikah dengan Jaka secara adat. Pernikahan itu disaksikan tetua adat setempat. Kepada Jaka, Ayu mengaku sebagai gadis perawan. Padahal dia sudah punya tiga anak dari Y. Selama berpoliandri, Ayu mengaku kepada Jaka bahwa dirinya harus bolak-balik Bali-Jatim untuk kuliah kedokteran.

Ayu juga kerap minta uang kepada Jaka, begitupun kepada Y. Ayu mengaku kepada Y kerap ke Bali untuk menjenguk orang tua.

Pada 2018, Jaka mulai curiga dan menyelidiki asal-usul Ayu. Kedok Ayo terbongkar. Ternyata dia hanya lulusan SMP, tidak perawan lagi saat menikah, dan sudah punya tiga anak. Jaka menceraikan Ayu dan mengambil jalur hukum.

Ayu pun masuk bui dan kini sedang menjalani persidangan di PN Negara, Bali. Ayu didakwa melakukan penipuan dan, dalam sidang, terungkap Ayu memoroti dua suaminya hingga Rp 1,4 miliar.



Yakin Selingkuh itu Indah? Ini Kata Psikolog:

[Gambas:Video 20detik]

(asp/asp)