DetikNews
Jumat 29 Maret 2019, 08:10 WIB

KLHK Duga Komodo yang Dicuri-Dijual Rp 500 Juta Bukan dari TN Komodo

Tim detikcom - detikNews
KLHK Duga Komodo yang Dicuri-Dijual Rp 500 Juta Bukan dari TN Komodo Ilustrasi Komodo (Foto: Shutterstock)
Kupang - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkap sejumlah komodo yang dicuri dan akan dijual seharga Rp 500 juta bukan berasal dari Taman Nasional (TN) Komodo, Manggarai Barat, NTT, melainkan dari daratan Flores utara.

"Dari penampakan morfologi fisiknya, itu (komodo-komodo yang diselundupkan) bukan dari Taman Nasional Komodo, tapi dari daratan Flores utara, kondisinya lebih kecil dan lebih colorful (berwarna-warni)," kata Dirjen KSDAE KLHK Wiratno di Jakarta, yang dilansir Antara, Kamis (28/3/2019).

Untuk memastikan asal komodo yang diselundupkan itu, Wiratno mengatakan saat ini Lembaga Biologi Molekuler Eijkman sedang melakukan tes DNA terhadap komodo-komodo itu.


"Ini sedang kita tes DNA-nya di Eijkman untuk melihat karena peta genetika peta DNA komodo ini sudah dimiliki oleh LIPI nanti kita cek petanya dengan pakar," ujarnya.

Dia berharap hasil uji DNA komodo-komodo yang diperjualbelikan itu dapat segera diperoleh dalam waktu dekat. Menurut dia, komodo-komodo yang ditangkap di luar taman nasional itu jauh lebih lebih berwarna-warni ketimbang yang ada di TN Komodo.


Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkap penjualan 41 komodo ke luar negeri dengan harga Rp 500 juta per ekor oleh jaringan penjahat, yang sudah tujuh kali melakukan aksi semacam itu sejak 2016 sampai 2019.

Pemprov NTT menganggap aksi pencurian ini terjadi karena pengawasan TN Komodo terlalu jauh. Pengawasan TN Komodo berada di tangan pemerintah pusat.

"Kasus pencurian bayi komodo adalah salah satu kasus yang membuktikan bahwa BTNK lemah dalam pengawasan di kawasan TNK," kata Karo Humas Pemprov NTT Marius A Jelamu kepada wartawan di Kupang.

Aksi pencurian ini juga membuat Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor B Laiskodat geram. Gubernur mengaku miris mendengar hewan purba tersebut dijual-belikan di pasar gelap.

"Kita serahkan ke pihak kepolisian saja untuk menangani hal itu. Siapa pun pelakunya dalang di balik itu harus segera ditangkap," ujar Viktor terpisah.


TN Komodo Rencananya Bakal Ditutup, Apa Kata Warga? Simak Vidoeonya:

[Gambas:Video 20detik]


(rvk/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed