detikNews
Kamis 28 Maret 2019, 09:12 WIB

Pembunuhan Sadis Menjadi-jadi, Apa Kabar Eksekusi Mati?

Andi Saputra - detikNews
Pembunuhan Sadis Menjadi-jadi, Apa Kabar Eksekusi Mati? Baekuni alias Babeh (andi/detikcom)
Jakarta - Dalam beberapa hari, pembunuhan sadis terus menghiasi media massa. Di sisi lain, para pembunuh biadab yang telah dihukum mati hingga kini belum dieksekusi.

Berdasarkan catatan detikcom, Kamis (28/3/2019), geger pertama saat karyawan Universitas Negeri Makassar (UNM) Zulaiha Djafar ditemukan meregang nyawa di mobilnya pada 22 Maret 2019.

Siapa yang jadi tersangka? Selidik punya selidik, tidak jauh-jauh yaitu teman kantor korban, dosen UNM, Dr Wahyu Jayadi. Kini, calon profesor itu masih diperiksa secara maraton untuk mengungkap motif dan tujuan pembunuhan itu.


Di Sumatera Selatan (Sumsel), seorang wanita calon pendeta di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, diperkosa dan dibunuh. Pemerkosaan dan pembunuhan diduga terjadi pada Senin (25/3) di kawasan Sungai Baung, Bukit Batu, OKI.

Mayat wanita calon pendeta itu ditemukan keesokan harinya sekitar pukul 04.30 WIB di semak belukar di areal PT PSM Divisi III Blok F19, Sungai Baung. Polisi masih memburu para pelaku.

Di Tasikmalaya, seorang mahasiswa berinisial RFH (22) nekat menghabisi nyawa Oon Saonah (33) alias Ica. Usai membunuh, RFH pun berfoya-foya pakai duit yang digondol dari tangan Ica.


Aksi pembunuhan tersebut berlangsung saat keduanya bertemu di sebuah kamar hotel di Kota Tasikmalaya pada Rabu (6/3) lalu. Saat itu, RFH memang hendak meminjam uang sebesar Rp 4 juta kepada Ica untuk membayar utang.

Namun, Ica saat itu tak memberi pinjaman. RFH pun naik pitam. Dia lantas mencekik leher Ica. Awalnya cekikan tak begitu keras, namun Ica yang berteriak membuat RFH mengeraskan cekikan hingga Ica tak sadarkan diri dan meninggal dunia.

Di Ngawi, ibu muda di Dusun Jatisari, Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Susanti tewas setelah ditusuk pisau berkali-kali. Pelaku masih diburu.

Di Cilegon, Banten, Armi Samudra menghabisi nyawa istrinya. Setelah itu, ia juga membunuh anak mereka yang baru berusia 40 hari. Dari keterangan awal, polisi menduga Armi tega membunuh istrinya lantaran menolak ajakan berhubungan suami-istri. Sedangkan, anaknya yang masih berusia 40 hari diduga polisi terinjak-injak ketika keduanya cekcok di atas tempat tidur.

Di Polewali Mandar, Aldi (18) tewas setelah ditebas menggunakan parang oleh Mahmud alias Mamu (29) pada 25 Maret 2018. Peristiwa ini terjadi hanya karena persoalan motor.


Banyaknya kasus pembunuhan belakangan ini, mengingatkan para pembunuh sadis yang telah dihukum mati tapi tidak kunjung dieksekusi. Mereka kini hidup menanti ajal di balik penjara.

Seperti Ryan, salah satu pembunuh fenomenal di Indonesia. Selain korbannya yang cukup banyak yakni 11 orang, Ryan juga tega memutilasi korban terakhirnya, Heri Santoso yang dibuang di Kebagusan, Jakarta Selatan.

Adapun Korban yang ditanam di belakang rumah Ryan adalah:

1. Grady
2. Vincentius Yudhy Priyono alias Vincent (30)
3. Grendy
4. Guruh Setyo Pramono alias Guntur
5. Agustinus F Setiawan alias Wawan (28)
6. Nanik Hidayati (31)
7. Putri Nanik, Sylvia Ramadani Putri (3)
8. Aril Somba Sitanggang (34)
9. Muhammad Akhsoni alias Soni (29)
10. Zaenal Abidin alias Zeki (21).

Ryan akhirnya dihukum mati di segala tingkatan pengadilan. Namun hingga hari ini, Ryan masih menghirup udara di balik penjara.

Begitu juga dengan Baekuni alias Babe. Ia terbukti membunuh 14 pengamen jalanan, empat korban di antaranya dimutilasi dengan sadis. Hukuman mati ini dikuatkan oleh MA dan telah berkekuatan hukum tetap. Tapi, Babe belum juga dieksekusi mati.

Ada pula Prada Mart yang menghabisi nyawa teman perempuannya, Shinta, yang telah hamil tua hasil hubungan gelapnya secara sadis dan keji dengan sangkur. Tidak hanya itu, ibu Shinta, Opon, juga ikut dibunuhnya.

Saat ditahan di sel militer, Prada Mart berhasil melarikan diri selama sepekan. Ia kini meringkuk di LP Cirebon. Hingga kini, belum ada tanda-tanda kejaksaan akan mengeksekusi mati para pembunuh kelas kakap ini.

Eksekusi mati juga belum dilaksanakan terhadap Gunawan Santoso. Pria yang biasa dipanggil 'si belut'. Proses hukumnya berliku-liku dan ia kabur berkali-kali dari penjara hingga operasi wajah. Kini ia meringkuk di LP Nusakambangan.


Saksikan juga video 'Koalisi HATI Laporkan Dugaan Pelanggaran Eksekusi Mati':

[Gambas:Video 20detik]


(asp/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed