DetikNews
Rabu 27 Maret 2019, 14:03 WIB

Dukung Perangi Hoax Pemilu, Google Akan Takedown 'Aktor Jahat'

Yulida Medistiara - detikNews
Dukung Perangi Hoax Pemilu, Google Akan Takedown Aktor Jahat Google Indonesia mendukung pemerintah memerangi hoax pemilu. (Foto: Yulida/detikcom)
Jakarta - Google Indonesia mendukung pemerintah memerangi hoax atau informasi bohong menjelang pemilu. Google akan melumpuhkan 'aktor' yang diduga menyebarkan informasi hoax di dunia maya.

"Kita sebenarnya fokus dalam menangkal disinformasi, ada tiga. Pertama buat quality count, yang kita lebih surfacing di algoritma kita yang dari sumber terpercaya seperti media terpercaya. Kedua kita fighting bad actors, kalau sudah jelas aktornya yang punya niat jahat kita akan takedown," kata Public Policy and Government Relations Google Indonesia, Putri R Alam, di Kaum Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).



[Gambas:Video 20detik]


Putri mengatakan informasi dari media-media terpercaya akan diutamakan muncul di deretan atas dalam sistem pencarian paling awal, sementara informasi mengandung konten hoax diupayakan tak muncul di atas. Cara ketiga yaitu give user more context sehingga informasi yang akan dimunculkan di deretan atas bersumber dari yang terpercaya.

"Kalau di youtube misal ada search vaksin berbahaya itu pertama kali muncul kita surfacing dari WHO bahwa soal vaksin itu hoax. Jadi user dapat sumber lain yang ilmiah dan terpercaya," ungkapnya.

Selain itu, Google juga telah memberikan perlindungan tambahan ke situs penting pemilu 2019 termasuk situs KPU, Bawaslu, pintarmemilih.id, perludem.org, hingga cekfakta.com. Fitur di Google News juga dilengkapi khusus topik terkait pemilu. Hal itu agar masyarakat mendapatkan informasi terpercaya terkait pemilu.



"Kami berfokus untuk mendukung jutaan warga Indonesia yang akan memberikan suara mereka dalam pemilu mendatang, dengan cara membantu mereka mengakses informasi terkait pemilu yang bermanfaat dan relevan secara online," ujar Putri.

"Kami berusaha memastikan bahwa produk-produk kami menyajikan informasi yang netral, dapat dipercaya, dan aktual bagi para pemilih, dimana pun sama dengan kalangan jurnalis dan pers serta memberikan pelatihan tentang peliputan berita yang akurat dan kredibel dalam masa-masa menjelang pemilu ini mereka berada. Demi memangkas sumber misinformasi, kami juga telah bekerja," imbuhnya.

Sementara itu Komisioner KPU Viryan Aziz mendukung penuh masyarakat sipil yang mendukung agar pemilu lebih berkualitas. Viryan mengatakan idealnya para pemilih akan menggunakan hak pilihnya pada 17 April mendatang, tetapi sangat disayangkan jika penggunaan hak pilihnya berdasarkan preferensi berita hoax yang ada di media sosial.

"KPU menghormati pilihan pemilih apa adanya, namun kami rasanya tidak begitu nyaman apabila preferensi pemilih itu lebih banyak atau terpengaruh dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Untuk itu kami sangat berharap di momentum yang tepat ini kita semua bisa sama sama mengoptimalkan kerja kerja ini bukan semata mata bagian dari kegembiraan publik, tapi sebagai ikhtiar kita tidak ingin rekan-rekan kita memilih dengan hal-hal informasi yang tidak baik," kata Viryan.



KPU sejatinya mendukung sosialisasi visi misi dan program peserta pemilu ke setiap pemilih. Namun KPU tidak ingin pemilih terpengaruh informasi hoax di medsos.

"Kita tidak rela pemilih Indonesia menggunakan hak pilihnya tidak dengan berdasarkan apa yang mereka inginkan sesungguhnya, persoalkan apa yang mereka inginkan sesungguhnya adalah hak dari masing-masing pemilih. ingin memilih warna x,y, z silahkan, tapi penting kita semua bagaimana pemilih benar benar mengenali yang x ini loh. Pada konteks itu lah kami berharap siapapun yang terplih pada akhirnya kami meyakini itu lah pilihan terbaik masyarakat," sambung Viryan.


Saksikan juga video 'Daftar 62 Konten Hoax Pemilu 2019 yang Teridentifikasi Kominfo':

[Gambas:Video 20detik]


(yld/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed