Jaga Kedaulatan Udara, TNI AU Adakan Penataran Hukum Bagi Perwira

Jaga Kedaulatan Udara, TNI AU Adakan Penataran Hukum Bagi Perwira

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Rabu, 27 Mar 2019 12:38 WIB
Penataran hukum internasional, udara dan ruang angkasa bagi bagi perwira TNI AU Foto: Jefrie/detikcom
Penataran hukum internasional, udara dan ruang angkasa bagi bagi perwira TNI AU Foto: Jefrie/detikcom
Jakarta - TNI Angkatan Udara (AU) mengadakan penataran hukum internasional, udara dan ruang angkasa bagi bagi perwira dan PNS golongan III. Lewat agenda ini, para perwira TNI AU makin mantap dalam menjaga kedaulatan udara NKRI.

Acara digelar di Hotel Harper, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur sejak 26 hingga 28 Maret mendatang. Agenda ini dinilai penting karena untuk membina potensi dirgantara diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang menguasai berbagai aturan hukum terkait kedirgantaraan.

"Jadi materinya adalah hukum internasional, hukum udara, dan ruang angkasa. Materi ini akan dibawakan oleh beberapa pakar. Kami sudah mulai menyusunnya itu dari visi bangsa ini, bagaimana sih mengelola ruang udara, nanti sampai kepada bagaimana law enforcement-nya," kata Kepala Sub Dinas (Kasubdis) Hukum Dirgantara Dinas Hukum Angkatan Udara (Diskumau) Kolonel Penerbang (Pnb) Supri Abu yang juga ketua pelaksana kegiatan saat diwawancarai di lokasi.


"Kami berpikir bahwa, namanya kedaulatan negara di udara yang menjadi tugas pokok TNI Angkatan Udara untuk pertahankan itu dia mempunyai 3 elemen. Pertama adalah control of the air atau pengendalian ruang udara. Lalu use of air space atau penggunaan ruang udara, yang terakhir adalah law enforcement. Ketiga materi inilah yang kami delegate, yang kami cari materi untuk pembekalan kepada para perwira hukum Angkatan Udara, ada penerbang, ada dari korps yang lain yang mendukung tugas ini. Termasuk adalah Gadik. Gadik itu adalah guru pendidik di lembaga pendidikan TNI Angkatan Udara," sambungnya.

Kolonel Supri Abu menjelaskan pemateri acara ini adalah para ahli di bidangnya. Di antaranya mantan KSAU Marsekal TNI (purn) Chappy Hakim, Prof Dr IBR Supancana SH MH, Dr Adi Kusumaningrum SH MH, Prof Atip Latipulhayat SH LLM PhD, dan lainnya.

Jaga Kedaulatan Udara, TNI AU Adakan Penataran Hukum Bagi PerwiraKolonel Penerbang (Pnb) Supri Abu Foto: Jefrie/detikcom

"Ada beberapa materi yang akan dibawakan oleh para doktor, lulusan doktor. Termasuk saya sendiri ada 3 materi. Kemudian ada beberapa praktisi langsung yang membuat regulasi-regulasi dan pelaksanaan. Seperti dari Kementerian Perhubungan, itu direktur keamanannya sendiri. Kemudian Air Navigation sebagai operator navigasi penerbangan di Indonesia," jelasnya.

Menurut Kolonel Supri Abu kegiatan ini rutin dilaksanakan dan sudah menginjak tahun ketiga. TNI AU ingin agar para perwira paham lebih mendalam dalam menjaga kedaulatan udara NKRI.

"Memang sudah ada materi-materinya diberikan di lembaga pendidikan, tapi kami merasa itu kurang cukup sehingga perlu dibekali dengan dinamika yang sudah berkembang. Makanya kami mendatangkan expert. Karena mereka lebih paham. Sehingga dalam melaksanakan tugas tidak ragu-ragu lagi. Karena dampaknya kalau Angkatan Udara bertindak itu langsung dampak internasional. Bagaimana sebuah pesawat asing begitu diforced down, dipaksa mendarat, itu kan dampaknya internasional. Kalau kita salah dalam hal ini penanganan, ya jadi bumerang buat kita. Jadi pertama kita harus memberikan pemahaman. Kedua dia confidence dalam melaksanakan tugas, dan yang ketiga tidak menimbulkan dampak internasional," paparnya.


Hari ini sendiri, pemateri acara ini adalah Prof Atip Latipulhayat SH LLM PhD. Dia memberikan materi soal hukum internasional dan hukum udara publik.

"Ini kan dari TNI AU ya. Mereka harus memahami prinsip-prinsip dari hukum internasional. Kedua karena hukum udara itu memiliki dimensi internasional yang sangat jelas ya, jadi mereka harus memahami bagaimana kaitan antara hukum internasional dengan hukum udara. Salah satunya yang menjadi prinsip penting dalam hukum udara itu adalah masalah kedaulatan negara. Karena kedaulatan negara di ruang udara itu diakui secara internasional," ujarnya.

Dia berharap lewat penataran ini para perwira TNI makin mantap dalam menjaga kedaulatan udara NKRI.

"Karena berbeda, sangat spesifik sekali untuk pengamanan ruang udara itu. Berbeda dengan di darat. Kalau di darat mungkin tanpa senjata mereka bisa mengamankan. Tapi kalau di ruang udara bisa nggak mengamankan ruang udara tanpa pesawat udara? Kan tidak mungkin. Jadi di sini kaitan erat antara skill dan penguasaan, kepemikilikan, teknologi itu sangat jelas sekali untuk mengamankan itu," jelasnya.

(hri/hri)