DetikNews
Selasa 26 Maret 2019, 14:27 WIB

Wiranto soal UU Terorisme Jerat Hoax: Jangan Cuma Mencela, Apa Solusinya?

Zakia Liland Fajriani - detikNews
Wiranto soal UU Terorisme Jerat Hoax: Jangan Cuma Mencela, Apa Solusinya? Menko Polhukam Wiranto Foto: Rengga S/detikcom
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto yang mewacanakan menjerat pelaku penyebar hoax atau berita bohong dengan UU Terorisme dikritik sejumlah kalangan. Wiranto mengatakan, semua pihak boleh-boleh saja mengkritik namun juga harus memberi solusi.

"Kejahatan siber itu sudah kita kaji. UU Terorisme itu sudah mengkaji soal bahaya dari kegiatan siber termasuk ujaran kebencian, fitnah, hoax. Semua sudah kita bicarakan lama sekali. Hanya sekarang eskalasinya kan sudah cukup membahayakan karena paling nggak sudah lebih 800.000 akun yang diblokir karena menyangkut soal hoax. Kan gitu kan," kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019).

Hoax menurut Wiranto kini sudah harus diwaspadai karena eskalasinya terus meningkat. Keberadaan hoax membuat ketakutan, membangun ancaman, bahkan sudah mendelegitimasi pemerintah. Karena itu butuh terobosan untuk memberangus penyebaran hoax.


"Tatkala kita melihat bahwa undang-undang yang ada tidak lagi cukup untuk melakukan langkah-langkah preventif atau karena juga memberikan sanksi pidana yang cukup yang memadai, maka itu bisa merebak. Nah, butuh terobosan. Butuh satu langkah-langkah yang lebih tegas. Saya keluarkan wacana, bisa ndak kita masukkan ke UU terorisme. Ini kan wacana," jelasnya.

Wiranto berharap wacana itu menjadi satu pemikiran yang membangkitkan minat para ahli hukum untuk sama-sama memikirkan apakah wacana tersebut memungkinkan untuk ditindaklanjuti.

"Karena memang di UU terorisme itu membutuhkan suatu pembuktian bahwa upaya-upaya atau karena kegiatan yang meneror masyarakat membangun ketakutan mengancam kemudian membangun suasana yang kacau. Itu kan butuh bukti-bukti fisik, namanya lex locuus delicti, siapa berbuat apa kapan. Tetapi kalau kejahatan siber hoax ini kan di udara. Anda mencari tempatnya di mana? Di udara sana? Di mana? Nah, kalau kita tidak ada terobosan ya ini akan membahayakan kelangsungan hidup bangsa ini," jelas Wiranto.

"Perlu ada terobosan. Saya lemparkan wacana itu. Silakan. Saya ngerti bahwa sekarang tidak serta-merta UU Terorisme itu mampu untuk meng-counter itu. Tapi kan perlu ada terobosan. Kalau nggak setuju, ya solusinya apa? Bukan hanya mencela, nggak setuju, katanya Pak Wiranto nggak tahu hukum, terlalu berlebihan. Boleh, komentar itu boleh. tapi tolong solusinya," sambungnya.


Wiranto menyatakan wacana yang dia lontarkan ini sudah didiskusikan dengan dengan berbagai kalangan. Wacana ini dia lempar agar ahli hukum ikut berpikir dan mencari solusi untuk menuntaskan hoax.

"Saya kan ini Menko Polhukam. hari-hari saya ketemu dengan itu (penegak hukum-red), saya rapat dengan mereka. jangan curiga. Pertanyaan kamu itu seakan-akan saya itu serta merta. Saya ingetin, nggak asal-asalan. Itu sudah kita koordinasikan dan kita rapatkan. Kita lempar ini ke publik supaya ahli hukum ikut berpikir soal ini. Karena ini tugas bersama bukan hanya tugas Polhukam saja, tugas bangsa Indonesia mengamankan eksistensi negara ini," ucapnya.


Tok! Revisi UU Antiterorisme Disahkan DPR, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(hri/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed