Ledakan Terjadi di Tapanuli Tengah, Dua Rumah Rusak
Minggu, 25 Sep 2005 05:20 WIB
Medan - Sebuah ledakan menghancurkan rumah seorang polisi dan rumah warga di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hingga Sabtu malam (24/9/2005) polisi masih melakukan penyelidikan.Ledakan yang belum diketahui pasti bersumber dari benda apa tersebut terjadi Sabtu dini hari sekitar pukul 05.00 WIB. Ledakan terjadi di dua buah rumah yang berdampingan di Jalan Gatot Subroto, di gang Koperasi, kawasan Pondokbatu Sarudik, Tapteng, sekitar 400 kilometer dari Medan, ibukota Sumut."Kita belum dapat memastikan apa motif kejadian dan jenis alat peledak yang digunakan. Kita masih melakukan penyelidikan," kata AKP I Made Sudarsah, Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah AKP I Made Sudarsah kepada wartawan, Sabtu sore. Akibat ledakan itu, bagian depan kedua rumah hancur. Yang tinggal di rumah tersebut, satu pintu dihuni keluarga Brigadir S Pinem, polisi yang bertugas di Polres Tapanuli Tengah dan satu lagi kediaman keluarga P. Sirait yang bekerja sebagai mandor pada salah satu Agen Minyak di daerah tersebut.Sejumlah warga menuturkan, ledakan itu mengejutkan mereka. Bahkan tanah juga turut mengguncang. Tak lama kemudian, warga berhamburan mencari asal suara itu. Salah seorang warga IR Silitonga (49), mengatakan pagi itu, dia sudah terbangun, tetapi masih berada di dalam kamar tidur. Tiba-tiba ia mendengar suara ledakan, sehingga getarannya sampai ke rumahnya yang berjarak sekira 15 meter.Meski tak ada korban jiwa, namun kejadian ini membuat penghuni rumah shock dan ketakutan. Menurut Br Saragih, istri P. Sirait, saat ledakan terjadi mereka masih tertidur lelap di dalam rumah. "Kami sangat terkejut. Lalu suami saya dan kami tesentak langsung melihat asal suara itu. Terus suami saya langsung mematikan arus listrik. Ternyata bagian depan yang terdiri dari asbes rumah dan jendela telah jebol, terkena serpihan ledakan itu," kata Br Saragih.Saragih menyatakan, dia dan seisi rumah ketakutan dengan suara tersebut. Mereka lalu menelpon Polres Tapteng dan beberapa petugas polisi segera tiba di lokasi kejadian, termasuk Kapolres Tapteng AKBP CBC Nasution.Sejauh ini pihak korban belum mengetahui apa motif peledakan rumahnya. Br Saragih menyatakan mereka sudah empat tahun tinggal di rumah tersebut, dan seingatnya tak pernah mempunyai musuh dan bertengkar dengan orang lain.
(gtp/)











































