DetikNews
Minggu 24 Maret 2019, 08:22 WIB

Dosen UNM Pembunuh Wanita Berjilbab Dalam Mobil Bergelar Doktor

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Dosen UNM Pembunuh Wanita Berjilbab Dalam Mobil Bergelar Doktor (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Pegawai Universitas Negeri Makassar (UNM) Sulaiha Djafar, yang ditemukan tewas di dalam mobil diduga menjadi korban pembunuhan. Polisi pun menetapkan dosen UNM, Wahyu Jayadi menjadi tersangka.

"Setelah mendengarkan paparan yang sangat meyakinkan dari tim kedokteran forensik Polda Sulsel yang kemudian dikonfirmasi langsung dengan menghadirkan saksi WJ di dalam gelar untuk menjelaskan peristiwa materil-nya, maka seluruh peserta gelar sepakat untuk menaikkan status WJ dari saksi menjadi tersangka," kata Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga kepada detikcom, Minggu (24/3/2019) pagi.



Lalu siapakah Wahyu? Berdasarkan penelusuran detikcom, dia adalah tenaga pengajar di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNM.

"Yang kita amankan adalah W atau Wahyu Jayadi. Dia dosen di UNM," kata Kepala Humas Polres Gowa, AKP Tambunan saat dikonfirmasi detikcom.



Tidak hanya itu, Wahyu juga mengepalai sebuah unit lembaga di dalam kampus ini. Pada halaman website UNM yang dikunjungi detikcom, terlihat nama lengkap pelaku adalah Dr. Wahyu Jayadi, S.pd, M.pd dan beralamat di Makassar.

"Yang diamankan ini teman dekatnya. Teman kerjanya," kata detikcom.

Sementara itu, Dir Krimum Polda Sulsel Kombes Pol Indra Jaya mengatakan bahwa pelaku diamankan di RS Bhayangkara Polda Sulsel saat hendak melayat jenazah korban bersama para pegawai UNM lainnya.

"Pada saat pelaku datang ke tempat tersebut dengan tujuan untuk melihat jasad Korban di rumah sakit," ungkapnya.



Sebelumnya, dari hasil pemeriksaan kedokteran Polisi Polda Sulsel, diduga istri pejabat Pemkab Barru itu meninggal akibat dibunuh.

"Penyebab kematian tidak wajar dugaannya pembunuhan," ujar Kepala RS Bhayangkara Makassar, Kombes Farid Amansyah, pada Jumat (22/3/2019).

Untuk sementara, tim Kedokteran Polisi Polda Sulsel hanya melakukan visum luar terhadap korban. Dari tubuh korban sendiri diketahui didapati tanda-tanda kekerasan di kepala dan penyumbatan di bagian pernapasan.

"Memang ada tanda-tanda kekerasan benda tumpul di pipi sebelah kiri dan penyumbatan jalan nafas di bagian luar maksudnya di leher," sebut Kombes Farid.

Namun, untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban yang dinilai tidak wajar tersebut, tim Kedokteran Polisi Polda Sulsel masih harus melakukan otopsi di dalam tubuh korban.


Simak Juga 'Sederet Fakta Kasus Pembunuhan Wanita Berhijab dalam Mobil':

(fiq/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed