DetikNews
Jumat 22 Maret 2019, 11:46 WIB

Wapres Resmikan JK Entrepreneurial Leadership Center

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Wapres Resmikan JK Entrepreneurial Leadership Center Wapres Jusuf Kalla (JK)meresmikan JK Entrepreneurial Leadership Centre di Universitas Tanri Abeng, Jakarta./Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meresmikan JK Entrepreneurial Leadership Centre di Universitas Tanri Abeng, Jakarta. JK berbicara mengenai kepemimpinan di entrepreneur dengan di pemerintahan.

JK meresmikan JK Entrepreneurial Leadership Centre di Universitas Tanri Abeng, Jalan Swadarma Raya, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019). Program ini dibuat agar kepemimpinan entrepreneur menjadi bagian daripada kepemimpinan Indonesia ke depan.

"Saya ingin menyampaikan dulu, dulu saya, Alhamdulillah juga sama-sama dengan Saudara Tanri Abeng (Rektor Universitas Tanri Abeng) mempunyai pengalaman dari entrepreneur ke public sector (pemerintahan), kata JK dalam sambutannya.




JK mengungkapkan, yang menjadi perbedaan antara entrepreneur dengan pemerintahan adalah target dan proses. Jika di entrepreneur, target dan tujuan menjadi suatu yang utama. Sementara di pemerintahan, proses menjadi sesuatu yang penting.

"Kalau entrepreneur maka yang paling penting tujuannya, apa targetnya, objektifnya, karena itu ada manajemen by objective, apa tujuannya, apa target yang ingin dicapai, bahwa tahun ini kita ingin target sekian, harus ada margin sekian. Baru kita buat prosesnya mencapai target itu. Jadi proses boleh berubah-ubah sesuai dengan tujuan yang kita ingin capai," jelasnya.





"Sebaliknya, di bidang pemerintahan, di bidang publik, prosesnya yang penting, target boleh berubah, tapi prosesnya tidak boleh berubah. Kalau prosesnya tidak sesuai maka bisa masuk penjara kan," lanjutnya.

Untuk itu menurut JK, yang terpenting dalam reformasi di pemrintahan adalah menjadikan target dan tujuan menjadi sesuatu yang utama. Namun hal tersebut dilakukan dengan proses yang tidak salah.

"Karena itu lah tentu entrepreneur leadership, bagaiamana mencapai sesuatu tapi kita juga tidak melanggar prosedur, tapi prosedur itu bisa sesuai dengan pencapaian target. Itu lah yang menjadi bahagian daripada sistem. Jadi artinya kita ingin tembuh 6 persen, kalau itu maka caranya begini, kita rubah sistemnya," tuturnya.

Namun JK mengatakan, mengubah sistem di pemerintahan bukan hal yang mudah. Hal ini berbeda dengan dunia usaha dimana sistem dapat diubah hanya melalui rapat pemegang saham.

Kalau ini (pemerintahan) harus ke DPR ke mana-mana, dan ini tidak mudah. Itu lah sebabnya kenapa sistem entrepreneur itu lebih cepat mencapai target dibanding sistem publik," paparnya.
(nvl/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed