Harga BBM Naik
Buruh Ancam Mogok Nasional
Jumat, 23 Sep 2005 17:12 WIB
Jakarta - Penolakan kenaikan harga BBM terus berlanjut. Sebanyak 16 ribu buruh bakal turun ke jalan menyerbu Istana Merdeka pada 29 September 2005.Ancaman mogok nasional disampaikan perwakilan dari Serikat Buruh Mandiri Neneng Elias saat berdialog dengan lima menteri di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (23/9/2005).Kelima menteri yang hadir yakni Menakertrans Fahmi Idris, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dan Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja."Kita sudah bersatu dalam Aliansi Rakyat Menggugat dan rencananya pada hari itu 16 ribu buruh akan berdemo di Istana Negara," kata Neneng.Menurut dia, kenaikan harga BBM pada bulan Maret lalu telah memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran dan juga menyebabkan kenaikan harga bahan pokok makanan hingga 100 persen.Namun demikian, ancaman mogok nasional ditanggapi dingin Menteri Tenaga Kerja Fahmi Idris. "Itu kan hak mereka. Kalau ada perusahaan melakukan PHK besar-besaran itu karena mereka bangkrut masa mereka kita beri sanksi," kata Fahmi.Menurut dia, PHK merupakan langkah terakhir. "Langkah awal adalah mengurangi visible cost seperti efisiensi, mengurangi pungutan yang tidak perlu misalnya yang semula dalam satu pabrik ada tiga shift dijadikan satu saja atau pensiun dini," urainya.
(aan/)











































