DetikNews
Rabu 20 Maret 2019, 12:53 WIB

Jalan Penghubung Desa di Jambi Tergenang, Warga Naik Rakit

Ferdi Almunanda - detikNews
Jalan Penghubung Desa di Jambi Tergenang, Warga Naik Rakit Jalan di Desa Gedong Karya Kabupaten Muaro Jambi terendam air setinggi 50 cm. (Ferdi Almunanda/detikcom)
Jakarta - Jalan di Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpe, Muaro Jambi, Jambi, tergenang. Akibatnya, akses jalan penghubung antardesa terputus.

"Ada tiga desa yang terputus akibat rendaman air ini. Desa itu antara Desa Gedong Karya menuju Desa Jebus dan Desa Sungai Aur di satu kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi," kata Kades Desa Gedong Karya M Zen kepada detikcom, Rabu (20/3/2019).


Akses jalan terendam karena luapan Sungai Batanghari, Jambi. Tapi ketinggian air saat ini berangsur surut.

Jalan di Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpe, Muaro Jambi, Jambi tergenang. Akibatnya akses jalan penghubung antar desa terputus. Jalan di Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpe, Muaro Jambi, Jambi, tergenang. Akibatnya, akses jalan penghubung antardesa terputus. (Ferdi Almunanda/detikcom)

Warga yang ingin melintasi jalan terpaksa harus menyewa rakit yang menjadi transportasi satu-satunya untuk melintas.

"Kalau mau melintas dari Desa Gedong Karya menuju Desa Jebus dan Desa Sungai Aur, warga harus menyewa rakit. Begitu pula kalau ada warga dari Desa Jebus atau Desa Sungai Aur menuju Desa Gedong Karya juga harus menyewa rakit. Sekali sewa untuk menyeberang itu bayarnya Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu," ujar M Zen.


Jalan di Desa Gedong Karya itu memang kerap kali terendam air jika memasuki musim banjir. Selain kondisi infrastruktur jalan yang rendah, jalan itu masih dalam kondisi rusak dan berlubang.

"Ya kalau setiap musim banjir, jalan itu memang jadi langganan tergenang. Ini karena banjir sudah mulai surut air yang tergenang di jalan juga mulai berkurang ketinggiannya. Biasanya air mau menggenangi jalan hingga 1 meter, sekarang sudah turun, tetapi warga untuk melintas harus gunakan rakit," imbuhnya.

"Jalan itu memang merupakan jalan yang bangunan infrastukturnya rendah. Kita juga sudah mencoba menimbun, tetapi jalan itu memang kondisinya juga masih tanah timbunan jadi terkadang berlubang," sambungnya.

Sementara dengan kondisi jalan yang terendam tersebut, sejumlah warga beralih profesi membawa rakit untuk membantu warga melintasi jalan.

Para pembawa rakit mengaku mendapatkan keuntungan dari terendamnya jalan tersebut. Mereka dalam sehari bisa mendapatkan keuntungan Rp 80-100 ribu.

"Biasanya kami dapat dalam sehari bisa Rp 80-100 ribuan lah. Redaman air itu sudah hampir satu bulan ini. Jadi selama satu bulan ini kami beralih profesi dengan bawa rakit ini," kata pembawa rakit, Ramli.

"Jadi kalau ada yang mau menyewa rakit ya kami bantu. Jika ada yang mencoba melintasi genangan ya kami tidak apa. Tapi sebagian warga ada juga yang tidak melintasi akses jalan ini. Mereka ada yang memutar arah untuk menghindari genangan banjir ini, tetapi kondisinya sangat jauh," ujarnya.

Akses jalan di Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpe, Kabupaten Muara Jambi, sudah cukup lama terendam air akibat banjir. Jalan dengan kondisi tanah itu sejak dulu belum dilakukan pengaspalan. Rendaman air itu sudah merendam jalan tersebut selama satu bulan.

Tidak hanya itu, di sepanjang jalan di tiga desa itu jalannya juga dalam kondisi rusak. Selain terlihat berlubang kondisi jalan itu sangat rentan terendam banjir jika status Sungai Batanghari Jambi naik.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed